31 C
Kudus
Minggu, Januari 25, 2026

Museum Patiayam Kini Punya Koleksi 10.032 Fosil

BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus menggelar seminar hasil kajian koleksi temuan fosil Museum Patiayam di Hotel @Hom Kudus, Senin (24/7/2023). Kegiatan tersebut bekerja sama dengan tim Museum dan Cagar Budaya Unit Sangiran.

Acara tersebut dihadiri ratusan peserta dengan rincian, 70 masyarakat umum dan 70 peserta lainnya merupakan peserta undangan yang terdiri dari OPD, Perhutani, Polsek, Koramil, Kepala Desa Terban, MGMP IPS, Duta Wisata, dan lain sebagainya.

Disbudpar Kudus menggelar seminar hasil kajian koleksi temuan fosil Museum Patiayam di Hotel @Hom Kudus, Senin (24/7/2023). Foto: Kaerul Umam

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus, Mutrikah, mengatakan, seminar ini merupakan kegiatan lanjutan kajian koleksi yang telah dilakukan pada 17 hingga 20 Juni 2023 lalu.

-Advertisement-

Baca juga: Tingkat Kunjungan ke Museum Patiayam Melonjak 60 Persen, Turis Asing Mulai Berdatangan

“Kegiatan ini merupakan bagian dari sub kegiatan perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan koleksi secara terpadu,” kata Tika.

Ia menuturkan, terdapat 66 koleksi yang saat ini sedang diseminarkan kepada masyarakat umum, dengan dua narasumber dari tim staf ahli Museum Sangiran.

Tika menyampaikan, Museum Patiayam telah menyelesaikan pembangunan gedung baru dan penataan ruang. Sehingga koleksi yang saat ini sudah berjumlah 10.032 itu bisa tertata dengan rapi dan bisa diberikan narasi atau penjelasan untuk pemahaman wisatawan yang datang.

“Maksud dan tujuan kegiatan ini, pertama agar nilai sejarah atau pesan yang terkandung dalam koleksi dapat tersampaikan dan bermanfaat untuk masyarakat luas. Dimulai dengan bertambahnya koleksi yang didisplay pada ruang tata tetap. Tentu hal ini bisa menambah pengunjung ke museum,” tuturnya.

Bupati Kudus, HM Hartopo, menambahkan, Museum Patiayam merupakan museum yang menyimpan rekam sejarah luar biasa. Tidak hanya menyimpan koleksi fragmen purbakala maupun budaya, tapi juga bisa menjadi tempat wisata edukasi untuk masyarakat.

Baca juga: Banyak Ditemukan Fosil Gajah Purba, Situs Patiayam Ternyata Dulunya Tempat Migrasi Gajah Afrika

Dengan gedung baru yang telah selesai dibangun itu, Hartopo berharap, koleksi yang menumpuk dan berserakan bisa ditata dengan rapi dan diberikan penjelasan terkait nilai sejarahnya.

“Di Patiayam kendala sebelumnya hanya penataan saja, karena banyak koleksi purbakala yang menumpuk, tidak ada tempat sehingga kita tidak bisa menunjukan dan memberikan narasi atau penjelasan kepada para wisatawan. Makanya kemarin kami bantu dengan membangun gedung baru dengan anggaran Rp2 miliar dari APBD Kudus ditambah Rp1,5 miliar dari Dana Alokasi Khusus Nonfisik dibagi untuk dua museum,” imbuhnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER