Rahtawu, Desa Dengan Jumlah Petilasan Paling Banyak di Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, menjadi desa yang punya petilasan para leluhur paling banyak di Kudus. Desa yang berada di ujung Utara Kabupaten Kudus dan berjarak kurang lebih 22 kilometer dari perkotaan itu menjadi jujugan para pengunjung maupun pertapa di kala bulan Muharram ini.

Selain terkenal dengan suasana dan keindahan alamnya, Rahtawu juga punya adat istiadat dan budaya kental yang masih terjaga hingga saat ini. Tak heran jika di desa tersebut banyak petilasan yang masih terjaga.

Baca Juga: Mulyo, Pernah Tirakatan di Eyang Sakri Rahtawu Hingga Istri Sembuh dari Kanker

-Advertisement-

Kepala Desa Rahtawu, Rasmadi Didik Ariyadi mengatakan, saat ini total tempat petilasan yang ada di desa tersebut jumlahnya mencapai seratusan lebih. Meski begitu, yang tercatat di desa saat ini baru ada 68 tempat. Sisanya, merupakan tempat yang baru ditemukan dan sedang dalam proses kajian.

“Untuk total jumlah petilatasan yang ada di desa kami ini, semua ada 116 tempat. Sementara yang saat ini sudah diketahui ada 68 petilasan. Dan 48 lainnya baru ditemukan dan saat ini baru dikaji,” katanya kepada Betanews.id, beberapa waktu yang lalu.

Pihaknya menggandeng tim cagar budaya Kabupaten Kudus dan yayasan yang fokus pada kebudayaan dari Solo untuk mengkaji tempat-tempat petilasan yang baru ditemukan tersebut.

Dia menjelaskan, petilasan yang banyak dikenal oleh masyarakat itu, di antaranya meliputi, Eyang Sakri, Eyang Lokojoyo, Eyang Abiyoso, Eyang Pandu Dewonoto, Eyang Kuntodewo, Eyang Jungring Saloko, Eyang Mada, dan masih banyak lagi.

Baca Juga: Satu Sura, Puluhan Ribu Pertapa Datang ke Desa Rahtawu Cari Berkah

Dengan penemuan baru petilasan leluhur di desa tersebut, tentu kedepannya semakin menambah pengunjung yang berkunjung ke sana. Bahkan menurutnya, pengunjung saat ini sudah melebar hingga ke daerah Solo, Jogjakarta, dan Kendal, dalam dua tahun terakhir ini.

“Kemarin juga ada pengunjung yang mengendarai bus besar hingga ke desa kami. Padahal sebelumnya belum ada yang memakai bus. Sehingga ini menjadi semangat kami untuk memperbaiki semua akses, pelayanan demi keamanan dan kenyamanan pengunjung yang datang ke daerah kami,” tuturnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER