31 C
Kudus
Kamis, Februari 12, 2026

Kurangnya Kesadaran Pemeliharaan Mangrove Jadi Penyebab Abrasi di Demak

BETANEWS.ID, DEMAK – Kurangnya kesadaran pemeliharaan tanaman mangrove, mengakibatkan abrasi di pesisir Kabupaten Demak. Dampak yang ditimbulkan dapat mengancam keberlangsungan tempat tinggal penduduk wilayah yang tinggal di tempat tersebut. 

Berdasarkan data dari Jurnal Ilmiah, Adaptasi Masyarakat Pesisir Kabupaten Demak dalam Menghadapi Perubahan Iklim dan Bencana Wilayah Kepesisiran yang disusun Dhandum Wacono, dkk pada 2017, saat kerusakan mangrove terparah berada di empat kecamatan Kabupaten Demak.

Baca Juga: Menpan RB Sebut Pelayanan MPP Demak Belum Optimal

-Advertisement-

Kerusakan yang ada di Kecamatan Sayung seluas 400 hektare, Kecamatan Karangtengah seluas 70 hektare. Sementara untuk Kecamatan Bonang dan Wedung masing-masing 69 dan 269 hektare.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan Kelautan, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Demak, Sulchan, mengatakan perlunya merangkul pihak-pihak yang memahami tanaman mangrove. Hal tersebut dilakukan guna memberikan edukasi kepada masyarakat dan pemeliharaan lingkungan pesisir. 

“Orang-orang yang bisa mengelola itu justru tidak dirangkul karena tidak paham tentang pengelolaannya. Akhirnya sekarang remuk to,” katanya, Sabtu (15/7/2023). 

Salah satu yang ia singgung, yakni di kawasan Desa Tambakbulusan, Kecamatan Sayung yang terdapat aktivitas pengerukan pasir di area pertumbuhan mangrove, untuk dijadikan tempat wisata. 

“Dulu sekitar 57 hektare lahan mangrove di Tambakbulusan, sekarang jadi gersang disamping itu tanahnya terkikis,” imbuhnya. 

Baca Juga: Ternyata Tak Ada Bakul yang Mau Beroperasi di TPI Wedung, Kok Bisa?

Menurut Sulchan, langkah untuk menyadarkan masyarakat pentingnya pemeliharaan mangrove dapat dilakukan dengan mengolah tumbuhan tersebut menjadi bahan makanan. 

“Mengapa kita tidak buat ada berapa jenis tanaman mangrove yang bisa diolah menjadi bahan makanan, sudah ada di Timbulsloko, Wedung kaitannya bisa dibuat keripik dan sirup,” pungkasnya. 

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER