BETANEWS.ID, PATI – Puluhan Gunungan dari hasil bumi terlihat tertata di atas mobil bak terbuka. Pikap itu terparkir rapi di sepanjang jalan untuk memeriahkan Sedekah Bumi Desa Pelemgede, Kecamatan Pucakwangi, Pati, Sabtu (8/7/2023). Gunungan-gunungan itu lantas dibawa keliling desa setempat oleh ratusan peserta kirab dari 22 RT atau dari lima dukuh dan perwakilan sekolah dasar (SD).
Usai berkeliling desa dan peserta kirab kembali ke lapangan, kemudian mereka melakukan doa bersama. Setelahnya, puluhan gunungan tersebut langsung diserbu oleh warga.

“Ini ada 25 gunungan yang berasal dari semua RT yang ada di lima dukuh Desa Pelemgede. Kemudian ada juga dari sekolah dan BPD. Alhamdulillah, semuanya kompak, ” ujar Kepala Desa Pelemgede, Hadi Mustamar.
Baca juga: Ribuan Berkatan Sedekah Bumi di Desa Jrahi Pati Ludes Diserbu Warga
Menurutnya, gunungan-gunungan itu merupakan filosofi yang menggambarkan atas hasil bumi yang ada di Desa Pelemgede. Mengingat, sedekah bumi merupakan bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan atas rezeki dan kenikmatan yang telah dilimpahkan.
Bagi Hadi, karnaval kali ini lebih meriah dibanding tahun-tahun sebelumnya, karena masyarakat antusias dan kompak mengikuti karnaval budaya tersebut.
“Ini yang paling ramai dibanding sebelum-sebelumnya. Masyarakat yang ada di lima dukuh Desa Pelemgede ini antusiasnya tinggi,” ujar Hadi
Hadi membeberkan, karnaval budaya tersebut sebenarnya bukan puncak dari acara sedekah bumi, sebab masih ada beberapa rangkaian kegiatan lain, di antaranya hiburan dangdut dan kesenian tradisional. Rangkaian acaranya akan ditutup dengan kegiatan jalan santai yang diikuti oleh warga desa setempat.
Baca juga: Meriahnya Kirab Sedekah Bumi Desa Pecangaan Kulon ini Sampai Dihadiri Kesultanan Cirebon
Selain bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan, lanjut hadi, kegiatan sedekah bumi tersebut juga untuk sarana menjalin gotong royong antarwarga serta melestarikan budaya leluhur.
“Harapannya tentu kegiatan seperti ini bisa meningkatkan rasa kebersamaan dan gotong royong warga. Kemudian, tradisi yang sudah berjalan turun temurun ini juga tetap terjaga dan lestari,” ungkapnya.
Sementara itu, Heri, salah satu warga yang ikut berebut gunungan hasil bumi mengatakan, hasil gunungan yang didapatkan itu nanti akan dimasak dan sebagiannya disebar di sawah. “Semoga berkah, panennya melimpah,” ungkapnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

