BETANEWS.ID, DEMAK – Seorang wanita tampak sedang menata kerajinan gerabah di lapak yang berada di Perempatan Lapangan Tembiring, Jogoloyo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak. Saat orang datang berkunjung, raut mukanya seketika semringah dan buru-buru memberikan kantong kresek kepada pembeli.
Penjual gerabah bernama Tatik (63) itu sudah 25 tahun tidak pernah absen dari event pasar malam Grebeg Besar. Berbagai macam kerajinan berbahan dasar tanah liat ia jual, di antaranya mainan pasaran anak-anak, celengan, guci, dan vas bunga.

Menurut Tatik, selain Grebeg Besar beberapa acara daerah juga ia datangi, seperti Dugderan Semarang, Sekaten Solo, Weleri Kendal, dan Pesta Laut. Sedangkan kesehariannya ia mangkal menjual gerabah di Kaliwungu, Kendal.
Baca juga: Grebeg Besar Demak Bawa Berkah Bagi Penjual Gerabah
“Waktu suamiku masih hidup sampai mubeng sampai kemana-mana. Sekarang kan sendirian, paling sama adek, deket-deket sini,” ujar wanita asal Johar, Semarang itu, Senin (3/7/2023).
Sekali melapak, Tatik bisa membawa ribuan gerabah yang ia ambil dari Mayong Jepara. Ia menyebut, dari hasil penjualan dari tanggal 16 Juni hingga sekarang, dagangannya sudah laku hingga 2.000 biji.
“Jualnya sekarang naik Rp500, berarti Rp2.500 satu bijinya. Kalau dulu harganya Rp2.000,” sebutnya.
Tidak hanya gerabah, Tatik juga menjual berbagai macam mainan tradisional, seperti topeng monyet, barongan, mobil truk dari kayu, bunga palsu, dan pasaran dari alumunium. Barang-barang itu semuanya ia dapatkan dari luar kota.
Baca juga: Bantu Orang Tua, Bobi Manfaatkan Libur Sekolah dengan Jualan Bensin Ecer di Tepi Jalan
“Celengan macan ini ambilnya dari Bojonegoro, kalau guci dari Yogyakarta, gerabah kecil dari Mayong Jepara, dan bunga biasanya saya ambil di Semarang,” terangnya.
Meskipun penghasilan tidak menentu, Tatik mengaku senang dapat memeriahkan acara Grebeg Besar. Adanya beberapa event itu, ia bisa mendapatkan keberkahan dari hasil penjualannya.
“Bagusan tahun kemarin, soalnya kan tidak banyak orang. Sekarang kan banyak orang, rezeki itu dibagi-bagi kan gitu,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

