Grebeg Besar Demak Bawa Berkah Bagi Penjual Gerabah

BETANEWS.ID, DEMAK – Gelaran Grebeg Besar Demak yang diadakan setiap tahun membawa berkah kepada sejumlah pedagang, termasuk penjual gerabah. Tiap harinya, ada ratusan gerabah yang berhasil terjual.

Salah seorang penjual gerabah, Tatik (63) mengungkapkan, dari mulai acara Grebeg Besar dari tanggal 16 Juni hingga sekarang, dagangannya selalu laku keras.

Baca Juga: Masyarakat Tumpah Ruah Saksikan Grebeg Besar Demak

-Advertisement-

Bahkan, penjual gerabah yang mangkal di perempatan lapangan Tembiring, Jogoloyo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak itu pun bisa menjual ratusan gabah tiap harinya.

“Ya kira-kira ada 2000 gerabah yang sudah habis selama Grebeg Besar, ” katanya pada betanews.id, Senin (3/7/2023).

Terdapat berbagai macam gerabah yang ia jual, diantaranya mainan pasaran anak-anak, celengan, guci, vas bunga, dan lain-lain. Barang-barang itu, Tatik ambil dari pusat produksi pembuatan gerabah Mayong Jepara.

“Jualnya sekarang naik Rp 500, berarti Rp 2500 satu bijinya. Kalau dulu harganya Rp 2 ribu,” sebutnya.

Tidak hanya gerabah, Tatik juga menjual beberapa mainnya tradisional, seperti topeng monyet, barongan, mobil truk dari kayu, bunga palsu, pasaran dari alumunium, dan lain-lain. Mainan tersebut, ia ambil dari luar kota, seperti, Bojonegoro, Yogyakarta, dan Semarang.

“Dagangan saya itu macam-macam, dari mana saja tak ambil,” ujar wanita asal Semarang.

Baca Juga: Rekor Muri Tercipta di Grebeg Besar Demak

Fenomena penjual gerabah dadakan menjadi perhatian tersendiri bagi pengunjung pasal malam Grebeg Besar. Seperti yang dirasakan Sri warga Pilangsari, yang tidak pernah ketinggalan membeli mainan berbahan dasar tanah liat.

“Saya beli dua celengan harganya Rp 40 ribu, setiap Grebeg Besar pasti beli. Pas anak saya masih kecil belinya gerabah pasaran, kalau sekarang anaknya kan sudah besar,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER