Bantu Orang Tua, Bobi Manfaatkan Libur Sekolah dengan Jualan Bensin Ecer di Tepi Jalan

BETANEWS.ID, KUDUS – Lalu lalang kendaraan di Jalan Muria Kudus pagi itu tampak ramai. Di atas pedestarian barat lampu merah Barongan, terlihat dua bocah sedang menata bahan bakar minyak (BBM) dalam botol plastik. Bising dan debu jalanan pun tak dihiraukanya.

Usai menata bensin, sembari menunggu pembeli, kedua bocah itu main game dengan telepon seluler (ponsel) pintar miliknya. Sesekali, matanya menatap kendaraan yang melintas dan berharap ada satu di antaranya berhenti dan membeli jualannya.

Bobi dan sang adik saat menjajalkan bensin di tepi jalan Muria Kudus. Foto: Rabu Sipan

Ketika ada pengendara yang berhenti, salah satu bocah bernama Muhammad Adib Mahbobi (10) itu dengan lekas menawarkan bensin Pertamax atau Pertalite. Saat pembeli mau membeli Pertamax, sang adik lalu bergegas mengambil satu botol untuk dituang ke dalam tangki kendaraan pelanggan.

-Advertisement-

Baca juga: Demi Mimpi Anak Jadi Atlet Bulu Tangkis, Jarak Papua-Kudus Bukanlah Masalah

Bobi mengatakan berjualan bensin ecer di tepi jalan sejak dua pekan lalu. Ia jualan bensin sebagai pengisi waktu libur sekolah untuk membantu orang tua.

“Saat ini sekolah libur sampai 16 Juli 2023. Jadi saya gunakan untuk jualan bensin di pinggir jalan,” ujar Bobi, Rabu (5/7/2023).

Bocah yang masih duduk di kelas lima Madrasah Ibtidaiyah (MI) Qudsiyyah itu mengaku jualan bensin ecer di tepi jalan atas permintaan orang tuanya. Meksi begitu, ia dengan senang hati melakukannya, walaupun merenggut waktu bermain bersama temannya kala libur sekolah.

“Saya tidak terpaksa jualan bensin. Jualan ini kan untuk bantu orang tua, sebab orang tua saya harus jaga warung di rumah,” beber warga Desa Singocandi, Kecamatan Kudus tersebut.

Anak kedua dari empat bersaudara tersebut mengungkapkan, setiap hari jualan bensin ecer mulai pukul 6:00 WIB sampai 10:00 WIB, dengan membawa kurang lebih 15 botol Pertamax dan Pertalite.

Baca juga: Ingin Jadi Pemain Bola Profesional, Berril Rela Jauh dari Keluarga di Bojonegoro Demi Masuk ASTI Kudus

“Untuk satu botol Pertamax isi 1,5 liter saya jual Rp20 ribu. Sementara untuk Pertalite ada dua kemasan, yakni 1 liter harga Rp 11 ribu dan 1,5 liter harga Rp17 ribu,” rincinya.

Setiap berjualan, kata Bobi, bensin yang dijual tersebut lakunya tak menentu. Ketika lagi bagus bisa menjual tujuh sampai delapan botol. Pas agak sepi paling lima sampai enam botol.

“Uang yang didapat kurang lebihnya Rp100 ribu dan akan ku kasihkan kepada orang tua untuk belanja bensin lagi,” terangnya.

Bobbi mengaku baru berjualan saat libur sekolah tahun ini. Nanti ketika sekolah sudah sudah masuk, ia pun akan berhenti berjualan bensin ecer di pinggir jalan.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER