BETANEWS.ID, KUDUS – Sub Koordinator Pelayanan dan Promosi Museum Ranggawarsita, Antoni Heri Nugroho, mengaku kagum dengan produk mug twin pack PT Djarum saat melakukan kajian koleksi di Museum Kretek, Jumat (23/6/2023).
“Tadi sebelum kami bertemu dengan Pak Ipung dari Djarum (Program Director Djarum Foundation, Purwono Nugroho), kami sudah melakukan observasi awal. Bagi saya pribadi, saya tertarik pada koleksi merchandise mug twin pack,” beber Antoni.

Ketertarikan dan kekagumannya pada satu koleksi itu, kata Antoni, lantaran dari literasi yang ia dapatkan, koleksi mug twin pack itu hanya diproduksi selama satu tahun, dan saat ini tak lagi diproduksi lagi.
Baca juga: Museum Kretek Kaji 95 Koleksi Empat Perusahaan Rokok di Kudus
“Karena menurut histori yang kami dapatkan dalam literasi, twin pack itu hanya beroperasi satu tahun dibandingkan dengan jenis-jenis produksi lainnya. Nah dari itu kita dapatkan bahwa itu terkait dengan tuntutan teknis strategi dari pasar,” jelasnya.
Ia menyebut, strategi pasar yang dibangun oleh perusahaan rokok, khususnya PT Djarum dalam pemasarannya itu sangat bagus. Namun yang membuat produksi berhenti, lantaran biaya produksi dengan pemasaran yang dilakukan tidak sebanding. Sehingga, keuntungan atau laba yang didapatkan tidak maksimal.
“Jadi impact itu ternyata menggambarkan bahwa dalam satu kemasan rokok, itu terdapat dua bungkus rokok. Seolah-olah beli satu dapat dua. Secara pemasaran itu menguntungkan, dan menjadi image bahwa beli satu dapat dua. Tapi tadi disampaikan oleh Pak Ipung, produksi berhenti karena pembiayaan produksi itu akan mengurangi keuntungan,” tuturnya.
Baca juga: Museum Kretek Kaji 67 Koleksi Hibah dari Kretek Tjap Saboek
Di sisi lain, kegiatan yang melibatkan kerja sama dengan Museum Ranggawarsita itu dalam pembinaan terhadap museum-museum yang ada di kabupaten/kota yang ada di area Jawa Tengah.
Dia berharap, dengan adanya kegiatan seperti ini, museum lokal atau daerah bisa berkembang dan bisa meningkatkan kapasitasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

