PT Djarum Hibahkan 10 Produk yang Tak Diproduksi Lagi ke Museum Kretek

BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa orang terlihat sedang melakukan kajian koleksi yang digelar di replika Kawedanan Bae, dalam area Museum Kretek Kudus, Jumat (23/6/2023). Kegiatan yang merupakan agenda tahunan itu sedang meneliti koleksi milik PT Djarum.

Kurator Museum Kretek, Rina Hidayati Noor, mengatakan, pihaknya yang bekerja sama dengan Museum Ranggawarsita tengah mengkaji barang koleksi milik PT Djarum. Menurutnya, ada beberapa koleksi yang dikaji untuk digali nilai sejarahnya.

Purwono Nugroho sedang menjelaskan produk PT Djarum yang dihibahkan ke Museum Kretek, Jumat (23/6/2023). Foto: Kaerul Umam

“Jadi hari ini ada 10 koleksi barang dari PT Djarum yang dihibahkan ke sini (Museum Kretek) untuk dikaji, agar mendapatkan nilai sejarahnya. Supaya nilai yang terkandung di dalam masing-masing barang ini bisa diketahui oleh pengunjung yang datang ke sini,” ungkap Nana.

-Advertisement-

Baca juga: Museum Kretek Kaji 95 Koleksi Empat Perusahaan Rokok di Kudus

Dalam kegiatan kajian koleksi itu, kata Nana, juga mendatangkan langsung dari pihak PT Djarum yakni Purwono Nugroho sebagai Program Director Djarum Foundation, untuk membagikan nilai histori setiap barang yang dihibahkan tersebut.

Ia menuturkan, 10 koleksi barang itu meliputi, helm Djarum 76, mainan mobil VW kombi, sepasang sarung tangan Djarum 76, senter Djarum 76, gantungan kunci Djarum 76, mug Djarum 76 twin, mug Djarum 76 pack, dan dua mug Djarum 76 emot.

“Ke semua koleksi ini merupakan barang pemasaran yang dulunya dibuat promosi dan sekarang sudah berhenti produksi, dan sekarang dihibahkan ke sini (Museum Kretek),” jelasnya.

Sub Koordinator Pelayanan dan Promosi Museum Jawa Tengah Ranggawarsita, Antoni Heri Nugroho menambahkan, salah satu upaya untuk bisa menjaga Marwah dari Kudus Kota Kretek, Museum Kretek sangat penting exsistensinya di Kudus.

“Sehingga hal ini perlu didukung oleh perusahaan-perusahaan di sekitar, terutama perusahan rokok yang ada di Kudus untuk menjaga agar tidak punah,” ujarnya.

Dengan koleksi yang digelar hari ini, pihaknya secara pribadi mendapati barang koleksi yang menarik. Menurutnya, terdapat koleksi marchendise jenis mug twin pack yang sangat menarik baginya. Koleksi twin pack tersebut, dalam literasi yang ia dapatkan, hanya beroperasi satu tahun saja dibandingkan dengan jenis-jenis koleksi lainnya.

Baca juga: Museum Kretek Kaji 67 Koleksi Hibah dari Kretek Tjap Saboek

“Karena menurut histori yang kami dapatkan dalam literasi, twin pack itu hanya beroperasi satu tahun dibandingkan dengan jenis-jenis produksi lainnya. Sampai saat ini masih eksis dan masih berproduksi. Nah dari itu kita dapatkan bahwa itu terkait dengan tuntutan teknis strategi dari pasar,” jelasnya.

Ia menyebut, strategi pasar yang dibangun oleh perusahaan rokok, khususnya PT Djarum dalam pemasarannya itu sangat bagus. Namun, yang membuat produksi berhenti, lantaran biaya produksi dengan pemasaran yang dilakukan tidak sebanding. Sehingga keuntungan atau laba yang didapatkan tidak maksimal.

“Jadi impact itu ternyata menggambarkan bahwa dalam satu kemasan rokok, itu terdapat dua bungkus rokok. Seolah-olah beli satu dapat dua. Secara pemasaran itu menguntungkan, dan menjadi image bahwa beli satu dapat dua. Tapi tadi disampaikan oleh Pak Ipung dari PT Djarum, produksi berhenti karena pembiayaan produksi itu akan mengurangi keuntungan,” tuturnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

1 KOMENTAR

  1. Perluasan wilayah hanya akan menambah masalah, sampah WAJIB DIOLAH,
    .
    Lakukan sosialisasi pemilahan sampah di semua elemen masyarakat,
    .
    Lakukan edukasi tentang sampah sejak usia dini, play grup s.d. universitas, bila perlu ada mata pelajaran tentang pengelolaan sampah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER