BETANEWS.ID, SOLO – Puncak Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-63 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) digelar secara meriah di Benteng Vastenburg, Solo, Jumat (23/6/2023) malam. Selain dihadiri puluhan ribu kader, tampak pula Menteri Pertanahanan RI, Prabowo Subianto dan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka
Di hadapan 20 ribu mahasiswa PMII, Prabowo mengatakan bahwa masa depan negara Indonesia berada di tangan mahasiswa. Sebab, saat ini Indonesia tengah menghadapi bonus demografi, yakni terjadi peningkatan penduduk pada usia produktif.

“Presiden mengatakan kita sedang menghadapi apa yang disebut bonus demografi, di mana sebagian besar rakyat kita berada di usia produktif. Dalam sejarah bangsa-bangsa hanya datang sekali saja dan kemungkinan nanti hanya berlangsung 13 tahun,” kata Prabowo.
Baca juga: Terpilih Jadi Ketum IKA PMII Kudus 2023-2027, Mukhasiron Janji Bangun Kantor
Oleh karena itu, lanjut Prabowo, negara Indonesia membutuhkan tokoh-tokoh muda yang terampil untuk bekerja keras membangun Tanah Air menjadi negara maju dan negara yang makmur.
“Supaya kita bisa tembus menjadi negara makmur dan tidak terus menerus menjadi negara menengah, kita ingin menjadi negara maju seperti cita-cita kita sekalian. Dengan negara yang maju, dengan semua kekayaan yang kita olah dalam negeri yang disebut hilirisasi, ini sangat strategis dan ini nanti yang akan menjadi dasar kebangkitan Indonesia,” terangnya.
Baca juga: Masjid Sheikh Zayed Solo Kini Mulai Terima Infak, Sedekah, dan Zakat; Bisa Pakai QRIS
Sementara itu, pada penyampaian orasinya, Ketua Umum Pengurus Besar PMII, Muhammad Abdullah Syukri mengatakan bahwa kader PMII harus mampu mengerahkan setiap sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Artinya bahwa kader-kader mampu menggerakkan perubahan, peradaban dan menggerakkan semangat Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dan saya optimis dengan lebih dari 20 ribu kader yang hadir pada hari ini, sahabat-sahabat mampu menjadi aktor utama penggerak nusantara,” kata Abdullah.
Editor: Ahmad Muhlisin

