BETANEWS.ID, KUDUS – Saat ini, jadwal Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2023-2024 Jawa Tengah telah memasuki tahapan pengajuan akun. Kabar gembiranya adalah ada kuota sekolah gratis untuk warga miskin.
Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispermadesdukcapil) Provinsi Jawa Tengah, Nur Kholis mengatakan, hal itu bertujuan untuk menjamin semua anak bisa sekolah hingga jenjang SMA/SMK sederajat.
Baca Juga: Bahagianya Noval, Rumahnya yang Roboh Dapat Bantuan dari Baznas Senilai Rp17,5 Juta
Kuota sekolah gratis itu ada tiga persen untuk tiap sekolah negeri di Jawa Tengah. Kuota tersebut merupakan kuota jalur afirmasi yang sebelumnya di khususkan untuk nakes saat pandemi.
“Mumpung ada Kades, Camat, ini kan pas pendaftaran PPDB siswa siswi SMK/SMA Negeri di Jawa Tengah itu ada kuota jalur afirmasi tiga persen kuota. Kuota ini untuk anak sekolah, khususnya warga miskin,” bebernya saat memberikan sambutan pada acara penilaian lomba desa tingkat provinsi Jateng di Desa Banget, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus.
Dia menyampaikan, pihaknya tetap berupaya untuk memberitahu kepada setiap kades maupun camat untuk disosialisasikan kepada warga, supaya bisa mendampingi anak-anak yang tidak bersekolah ataupun putus sekolah di daerahnya.
“Kemarin kita sudah bersolek semua Kades, hanya mengingatkan saja mumpung PPDB nanti silahkan didampingi kalau ada anak yang tidak sekolah dan ada anak miskin yang tidak sekolah,” ungkapnya.
Menurutnya, hal itu bertujuan untuk menjamin semua anak, terutama di Provinsi Jawa Tengah bisa sekolah sampai jenjang pendidikan SMA sederajat.
“Makanya anak yang tidak sekolah, putus sekolah, anak miskin, dikasih prioritas biar bisa mendaftar ke SMA/SMK negeri. Karena SMA/SMK negeri kan gratis tidak bayar. Kuota tiga persen itu untuk setiap sekolahan negeri di Jawa Tengah,” tegasnya.
Baca Juga: Warga Keluhkan Banyak LPJU Mati, Dishub Kudus Ajukan Migrasi ke Pascabayar
Sementara Bupati Kudus HM Hartopo menekankan agar tidak ada warganya yang putus sekolah, karena Pemprov Jateng sudah memfasilitasi untuk menjamin semua anak agar tetap bisa bersekolah.
“Tentunya ini menjadi PR kita yang akan kami komunikasikan. Sehingga nanti tidak ada anak sekolah di Kudus terutama yang putus sekolah. Harapan kami kita sebagai penghubung harus bisa di breakdown ke bawah. Supaya nantinya Kudus ini tidak ada drop out sekolah,” imbuhnya.
Editor: Haikal Rosyada

