BETANEWS.ID, KUDUS –Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus mencatat hingga Mei 2023 ada 700 anak tidak sekolah di Kudus. Rinciannya, 533 orang laki-laki dan 167 perempuan.
Menurut Kasi Pendidikan Masyarakat (Penmas) Disdikpora Kudus, Farida Ariyanti, mereka tersebar di sembilan kecamatan, dengan yang tertingi berada di Kecamatan Dawe, yakni 105 anak. Kemudian yang paling sedikit adalah Kecamatan Mejobo dengan 36 anak.
“Sementara di Kecamatan Kaliwungu ada 89 anak, Jati 92 anak, Kudus 37 anak, Undaan 97 anak, Jekulo 97 anak, Bae 61 anak, dan Gebog 86 anak,” rinci Farida saat ditemui di kantornya, Kamis (8/6/2023).
Baca juga: Duh, di Jepara Ada 5.230 Anak Tidak Sekolah, Ini Penyebabnya
Farida mengatakan, anak tidak sekolah tersebut terbagi dalam rentang usia jenjang pendidikan SD usia 7-12 tahun, SMP usia 13-15 tahun dan SMA usia 16-18 tahun. Anak di Kudus yang tidak sekolah SD ada 96 orang, dan yang tidak mengenyam pendidikan sekolah SMP ada 216 anak.
“Sementara anak di Kudus yang tak mengenyam pendidikan SMA jumlahnya lebih banyak lagi, totalnya ada 388 anak,” bebernya.
Dia mengaku belum tahu pasti penyebab anak tidak sekolah di Kudus, terutama untuk jenjang SD dan SMP. Pasalnya, di dua jenjang pendidikan tersebut gratis dari iuran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP).
“Pendataan terkait anak tidak sekolah di Kudus baru dilakukan tahun ini. Jadi kami belum tahu persis terkait alasan anak tidak sekolah tersebut,” ungkapnya.
Baca juga: Masih Banyak Anak Putus Sekolah, Pemkot Solo Akan Gencarkan Program Ini
Sementara untuk menekan angka anak tidak sekolah, kata Farida, dari Disdikpora Kudus akan mendatangi dan membujuk mereka agar mau bersekolah lagi atau ikut kejar paket. Sebab, pendidikan di kejar paket waktu proses belajar mengajarnya tidak satu minggu penuh.
“Sehingga bagi mereka yang punya kegiatan lain masih tetap bisa mengenyam pendidikan. Sebab pendidikan sekolah itu penting bagi anak-anak,” imbuhnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

