BETANEWS.ID, DEMAK – Seorang wanita terlihat sedang mengiris beberapa buah di atas mangkuk. Setelah sesuai dengan takaran saji, ia terlihat menyiram buah-buahan itu dengan kuah berwarna cokelat pekat. Kuliner itu memang terlihat tak biasa. Namun, bagi warga Desa Morodemak, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, itu merupakan salah satu kuliner khas daerah pesisir tersebut.
Rupanya, kuliner tersebut merupakan Rujak Morodemak. Sebagaimana rujak yang banyak ditemui di berbagai daerah, makanan bercita rasa pedas itu memang sungguh berbeda. Pembedanya tentu sambal yang berupa kuah perpaduan kluwek dan petis.
Untuk membuat rujak Morodemak, Rosidah membutuhkan bahan merah, 1/4 bawang putih, asam Jawa, cabai, dan jeruk nipis yang diulek menjadi satu. Setelah itu, kuah kluwek dan petis dicampurkan pada sambal dan dituangkan di atas buah-buahan yang segar.
Baca juga: Menikmati Nasi Doreng, Kuliner Unik Khas Demak yang Cocok untuk Sarapan
Menurutnya, rujak buatannya itu memiliki rasa yang unik yang berasal dari perpaduan kuah kluwek dan petis. Rasanya itu cenderung manis, asin, asam, dan pedas.
“Yang bikin enak itu kuah kluwaknya yang sebumnya dimasak dengan sereh, daun salam. Terus tambah sambal dan petis,” katanya pada betanews.id, Sabtu (3/5/2023).
Meskipun menggunakan petis ikan, rujak Morodemak tidak memiliki bau yang amis. Sebab, terdapat jeruk nipis atau jeruk wangi yang menetralisir bau tidak sedap dari petis.
“Rujak Morodemak ya ciri khasnya ada petisnya. Justru orang-orang pada belajar buat petis enak itu ya di sini. Kalau ada rujak Moro dari luar desa itu kw,” imbuhnya.
Tidak hanya itu, ketika menikmati rujak Morodemak harus dibarengi dengan kerupuk pasir atau kerupuk triplek. Caranya dengan mencocolkan kerupuk pada kuah rujak dan dimakan secara berbarengan.
Baca juga: Warung Tengkleng Idola di Depan PMI Demak Ini Ramai Banget saat Jam Makan Siang
“Enaknya ya disatuin dengan kerupuk itu, lainnya kerupuk minyak yang disatuin nggak enak. Cocoknya pakai kerupuk pasir,” terangnya.
Selain enak, rujak Morodemak juga memiliki harga yang murah. Untuk satu porsinya Rosidah menjual Rp3 ribu. Bagi pembeli yang penasaran dengan kesegaran rujak ini, bisa berkunjung secara langsung pada jam buka pukul 10.00-21.00 WIB.
Editor: Ahmad Muhlisin

