BETANEWS.ID, KUDUS – Makam Sunan Kudus tampak ramai didatangi peziarah, Senin (1/5/2023). Banyak peziarah dari dalam dan luar daerah datang ke wisata religi di Kudus itu. Meski begitu, banyaknya peziarah yang datang tak mampu mendongkrak penjualan oleh-oleh di kawasan tersebut.
Satu di antara pedagang oleh-oleh di Komplek Menara Kudus, Noor Kholish, mengatakan, meski terlihat ramai peziarah tapi hal itu tak berdampak pada penjualannya. Selama sepekan setelah Lebaran penjualan aneka oleh-oleh di tokonya masih sama seperti sebelum Bulan Puasa.
“Saat Bulan Ramadan itu memang sepi, tidak ada peziarah. Dibanding sebelum Ramadan, penjualan oleh-oleh selama libur Lebaran ini sama saja, tidak ada peningkatan,” ujarnya kepada Betanews.id saat ditemui di tokonya.
Baca juga: Berburu Oleh-oleh Khas Demak di Komplek Makam Sunan Kalijaga
Pemilik toko oleh-oleh Dua Putri tersebut mengungkapkan, tokonya menjual aneka oleh-oleh khas Kudus. Itu di antaranya jenang, madumongso dan lainnya. Di masa libur Lebaran ia bisa menjual aneka oleh-oleh kurang lebih 20 Kilogram. Jumlah tersebut sama dengan penjualan pada hari biasa.
“Untuk penyebabnya kami tidak tahu. Kalau kemarin sewaktu pandemi kita bisa tahu penyebabnya yakni peziara sepi. Namun saat ini banyak peziarah yang datang bahkan rombongan, tapi mereka tidak beli oleh-oleh,” ungkapnya.
Hal berbeda dirasakan penjual aksesoris di Kawasan Menara Kudus, Maryanto (55). Pemilik Toko Makmur tersebut mengaku, selama Libur lebaran penjualan aksesoris di tokonya mengalami peningkatan cukup signifikan.
“Libur Lebaran ini penjualan aksesoris mengalami peningkatan sekitar 70 persen dibanding hari biasa. Alhamdulillah, lumayan laris ini,” ujarnya saat ditemui di tokonya.
Dia mengatakan, Toko Makmur menjual aneka aksesoris. Di antaranya, gelang, tasbih, once atau pipa rokok dan lain sebagainya. Sehari, Maryanto mengaku bisa mendapatkan omzet kurang lebih Rp 500 ribu.
Baca juga: Rainbow Adventure Park, Destinasi Wisata Terbaru di Jepara yang Bikin Anak-Anak Tak Mau Pulang
“Paling banyak dibeli itu gelang dan tasbih kokka. Untuk kisaran harga aksesoris mulao Rp 5 ribu sampai paling mahal Rp 150 ribu,” bebernya.
Dia berharap, keadaan seperti itu bisa terus berlanjut. Dia juga berharap pengunjung yang datang ke Menara Kudus makin banyak, sehingga penjualan aksesoris semakin meningkat.
Editor: Suwoko

