Beras 2,5 Ton dan Telur 500 Kg di Pasar Murah Dispertan Kudus Ludes Dibeli Warga

BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus kembali menggelar pasar murah bagi masyarakat, Jumat (14/4/2023). Warga pun tampak antusias datang ke pasar dadakan dengan memborong kebutuhan pokok, terutama yang paling diburu adalah beras dan telur.

Telihat pasar murah yang berada di halaman Kantor Dispertan yang berada di komplek perkantoran, Kelurahan Mlati Kidul, Kecamatan Kudus itu ramai dikunjungi warga. Kebanyakand ari mereka mengerubuti stand beras dan telur, bahkan sampai rela antre.

Bupati Kudus yang hadir terlihat berkeliling, menyapa dan mengobrol dengan beberapa pedagang dan para pembeli. Hartopo mengatakan, masyarakat antusias berbelanja di pasar murah yang diadakan oleh Dispertan, sebab harganya lebih murah dari harga di pasar.

-Advertisement-

Baca juga: Emak-Emak di Jepara Serbu Pasar Murah di Batealit, Harga Beras dan Telur Cuma Segini

“Beras dari Bulog itu paling laris dan banyak dibeli warga. Pagi ini 2,5 ton beras dari Bulog sudah habis. Di sebelah timur juga ada beras tapi dari Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) itu juga cukup laris,” ujar Hartopo.

Hartopo berharap, pasar murah tak hanya digelar ketika bulan Ramadan saja dan bisa digelar terus setiap sebulan sekali. Sebab, pasar murah itu berfungsi untuk pengendalian harga bahan pokok di pasar.

“Pasar murah itu bisa untuk pengendalian inflasi. Sehingga harga bahan pokok tetap stabil, meski jelang lebaran,” beber Hartopo.

Kepala Dispertan Kudus Didik Tri Prasetyo mengungkapkan, antusias warga yang datang ke pasar murah sangat luar biasa. Bahkan warga sudah datang lokasi sejak pukul 6:00 WIB, padahal acaranya dibuka lebih lambat sejam.

Baca juga: Pasar Murah di Dinas Pertanian Kudus Diserbu Warga, Hartopo Minta Digelar Rutin

“Antusias warga untuk berbelanja di pasar murah sangat luar biasa. Beras dari Bulog sebanyak 2,5 ton dan 500 kilogram sudah ludes dibeli warga,” ujar Didik.

Baca juga:

Didik mengatakan, pasar murah tersebut menggandeng 40 pelaku usaha binaan dari Dispertan Kudus, antara lain, bidang peternakan, perikanan, dan ketahanan pangan. Sementara yang dijual adalah komoditas pokok, di antaranya, beras, bawang merah, cabai, dan telur.

“Sementara harga komoditas yang dijual di pasar murah Dispertan lebih murah dari harga pasar, selisihnya antara Rp2,5 ribu sampai Rp3 ribu per kilogram,” bebernya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER