31 C
Kudus
Selasa, Januari 27, 2026

Demo Cipta Kerja Ricuh, Massa Kocar-kacir Kena Gas Air Mata Polisi

BETANEWS.ID, SEMARANG – Demonstrasi menolak Undang Undang (UU) Cipta Kerja di Semarang, Kamis (13/4/2023) siang berlangsung ricuh. Ratusan mahasiswa kocar-kacir ketika polisi membubarkan massa aksi. Aparat menghalau para demonstran dengan menyemprotkan water canon dan gas air mata.

Sebelumnya, massa yang menamakan diri Masyarakat Sipil Jawa Tengah Menolak Cipta Kerja berunjuk rasa di depan gerbang utama kompleks DPRD Jawa Tengah dan Gubernuran. Massa terdiri dari mahasiswa Unnes, Untag, Undip, Unissula, IKIP PGRI, UIN Walisongo, dan beberapa organisasi massa lainnya.

Para demonstran yang berhasil menembus blokade kawat berduri polisi, secara bergiliran berorasi di atas mobil pelantang suara. Mereka mengutuk wakil rakyat dan presiden yang dianggap berkianat terhadap rakyat dengan mengesahkan Perppu Cipta Kerja menjadi UU.

-Advertisement-

Baca juga: Demo Tolak Perppu Cipta Kerja, Pemerintah Dianggap Menghina Konstitusi

Situasi aksi yang bertahan hingga petang hari semakin memanas. Para demonstran bersikeras ingin masuk dan melanjutkan unjuk rasa di dalam komplek DPRD dan Gubernuran. Mereka menginginkan anggota dewan menemuinya secara terbuka.

Tak kunjung dipenuhi, massa mulai merangsek mendekati gerbang utama. Hasilnya massa berhasil merobohkan pagar gerbang utama yang kemudian direspon polisi dengan menyemprotkan water canon ke arah massa. Mobil pelantang suara diikuti massa pendemo pun mundur secara sporadis.

Selanjutnya massa yang tumpah di jalan Pahlawan kembali menyolidkan diri. Mereka pun bergerak ke gerbang samping sisi utara gedung berlian, DPRD.

Di depan gerbang samping yang juga dikunci tersebut mereka melanjutkan berorasi. Hanya saja gerbang itu tidak diblokade kawat berduri polisi. Di depan gerbang jalan Menteri Supeno yang berhadapan dengan Taman Indonesia Kaya (TIK) massa kembali memanaskan aksi dengan membakar ban bekas. Pendemo juga melemparkan beberapa bangkai tikus ke halaman gedung DPRD, sebagai simbol gedung wakil rakyat yang dipenuhi ‘tikus kantor.’

Tak berselang lama situasi kembali memanas, massa pun merobohkan pagar gerbang samping. Polisi menyeruak ke luar dan menghalau massa dengan pentungan. Beberapa di antaranya juga menembakkan gas air mata ke arah demonstran. Selanjutnya giliran pasukan Brimob bertameng dan pentungan yang cepat bergerak memagari gerbang samping. Tak lama berselang pasukan Brimob juga menyerbu dan menembakkan gas air mata ke arah massa.

Di depan gerbang tersebut, polisi menangkap paksa seorang demonstran setelah terjadi aksi gebuk oleh polisi. Sebagian massa pun meresponnya dengan melempari polisi. Pasukan Brimob berkendara motor trail pun ambil bagian menghalau para demonstran yang terlihat sudah tidak solid.

Baca juga: Aksi Mahasiswa di Semarang Tolak Perppu Cipta Kerja Berlangsung Ricuh

Para demonstran yang berlarian tak tentu arah dikejar oleh polisi ke beberapa penjuru. Para demosntran bubar ke arah barat, utara, dan timur.

Aksi kejar-kejaran ini pun menjadi tontonan pengendara kendaraan bermotor di jalan Pahlawan. Pasalnya sebagian mahasiswa yang berlari ke timur arah kampus Undip Semarang, memotong laju kendaraan yang saat itu sedang dalam situasi macet. Brimob bermotor trail pun tak henti menembakkan gas air mata. Pengejaran itu berhenti sampai patung Diponegoro Undip.

Dari informasi sementara, tiga aktivis mahasiswa diamankan oleh polisi.

Editor: Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER