BETANEWS.ID, PATI – Di teras sebuah rumah di Desa Margomulyo RT 1 RW 6, Kecamatan Tayu, Pati, tampak seorang pria paruh baya sedang mengaduk ketan di sebuah wajan. Ketan yang sudah difermentasi itu tampak dimasak di atas tungku dengan perapian kecil.
Pria itu mengaduk perlahan dengan menggunakan kayu ukuran besar sampai adonan itu matang. Proses pembuatan madu mongso itu setidaknya menghabiskan waktu hingga lima jam.

Di bagian dalam rumah, terlihat beberapa ibu-ibu tampak sedang sibuk membungkus madu mongso yang sudah dipotong kecil-kecil. Satu di antara perempuan itu tampak mengarahkan dan memantau agar proses pengemasan madu mongso sesuai yang diharapkan. Dia adalah Susana, Owner Madu Mongso Mom’s Susan.
Baca juga: Harga Mulai Rp15 Ribu, Kue Lebaran di Cindy Cookies Ini Pemesannya Membeludak
“Beginilah suasana rumah saya mas. Agak ramai sedikit, karena memang pesanan madu mongso lumayan ramai juga. Jadi saya melibatkan tetangga untuk proses pengemasan,” ujar Susan.
Ia menyebut, kalau madu mongso biasanya dibuat dari ketan putih, kali ini dia buat dari ketan hitam. Untuk olahan ini, dirinya ingin berkreasi agar tidak sama dengan yang ada di pasaran.
Begitupun dengan resepnya, ia takar betul per porsinya, sehingga bahan-bahan yang digunakan bisa tepat, tidak hanya menggunakan feeling. Hasilnya, madu mongso yang dibuatnya memiliki cita rasa yang istimewa.
“Ini dari ketan hitam, mungkin pedagang lain buat dari ketan putih. Tapi saya buat versi baru dari ketan hitam. Keistimewaannya dari madu mongso buatan saya ini, ada klethisnya, tidak terlalu lunak dan rasanya pasti enak,” ungkapnya.
Baca juga: Jadi Incaran Banyak Orang Saat Lebaran, Harga Kacang Mete di Demak Merangkak Naik
Ia pun tak menyangka madu mongso buatannya ternyata banyak peminatnya. Padahal, ia menyebut belum pernah memasarkan produknya melalui media sosial ataupun e-commerce. Sejauh ini baru dari mulut ke mulut.
Susan mengatakan, ia mulai membuat madu mongso pada pertengahan Februari 2023 lalu. Awalnya ia hanya iseng mencoba, tapi ternyata peminatnya banyak.
“Pertama saya buat 3 kilogram, lalu saya bagikan sampel ke teman-teman. Alhamdulillah orderan ngalir deras sampai berkilo-kilo, berpental-pental. Sekarang sehari 20 kilogram ada,” terangnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

