Ngaji Bareng Jadi Momentum Camat Tahunan Ciptakan ASN Ber-AKHLAK

BETANEWS.ID, JEPARA – Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) wajib menerapkan Core Values  atau nilai-nilai dasar ASN dengan menerapkan sikap Ber-AKHLAK ketika bekerja melayani masyarakat. Ber-AKHLAK sendiri merupakan akronim dari Berorientasi pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.

Untuk mewujudkan nilai-nilai tersebut di lingkungan kerja, Camat Tahunan, Nuril Abdillah mengadakan Ngaji Bareng 5 Pilar yang terdiri dari MWC NU Tahunan dan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopicam) Tahunan di Musala Kantor Kecamatan Tahunan, Selasa (04/04/2023).

“Kami berharap semua pegawai yang bekerja di Kantor Kecamatan Tahunan mempunyai core values sebagai panduan perilaku sebagaimana pesan Presiden Jokowi,” katanya.

-Advertisement-

Baca juga: Santri Lansia dari Berbagai Daerah Ikuti Pesantren Ramadan di Masjid Agung Demak

Kecamatan Tahunan sendiri sudah dua tahun berturut-turut (2021 dan 2022) mendapat penghargaan sebagai juara satu dalam pelayanan publik di tingkat Kabupaten Jepara.

“Posisikan masyarakat sebagai raja yang harus dilayani dengan baik,” tambahnya.

Katib Syuriah MWC NU Tahunan, Kiai Rosif Arwani juga mengingatkan tentang derajat orang yang berpuasa. Hal tersebut sebagaimana ia kutip dari Kitab Bahjatul Wasa’il Bi Syarhi Masa’il karya Syeikh Nawawi Al-Jawi.

Ia menerangkan bahwa ada tiga derajat bagi orang yang berpuasa. Derajat pertama disebut puasa umum yaitu puasanya orang-orang yang hanya menahan perut dan kemaluannya dari hal-hal yang membatalkan puasa.

Baca juga: Dua Napi Teroris di Lapas Pati Ikuti Pesantren Ramadan

Sementara dalam derajat kedua yaitu puasanya orang-orang yang mampu menjaga tujuh anggota badannya, terdiri dari menjaga perut agar tidak makan atau minum barang yang subhat dan haram, menjaga lisan dari berkata bohong, mengumpat, atau menggunjing, menjaga mata dari melihat hal-hal yang dilarang oleh syara’, menjaga telinga agar tidak mendengar sesuatu yang haram diucapkan, serta menjaga tangan, kaki dan kemaluan dari perkara yang dilarang agama.

“Derajat ketiga inilah derajat paripurna dan utama yaitu puasanya orang-orang yang menjaga hati serta lisannya dari selain Allah,” tuturnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER