Tampil Elegan dengan Songkok Batik Pesisiran Khas Pati yang Laris Manis Diburu Jelang Lebaran

BETANEWS.ID, PATI – Lembaran-lembaran kain yang sudah dikasih motif batik tampak diberi warna oleh beberapa pengrajin di sanggar batik Yuliati Warno yang berada di Desa Langgenharjo, Kecamatan Juwana, Pati. Beberapa lembar kain itu, di antaranya akan dijadikan bahan untuk membuat songkok batik.

Menjelang Lebaran ini, menurut Owner Batik Yuliati Warno, Tamzis Al-Anas, permintaan songkok batik meningkat, sehingga pihaknya harus lebih ekstra untuk memproduksi songkok batik itu, agar pesanan pelanggan bisa terpenuhi.

Karyawan Batik Yuliati Warno sedang membuat songkok batik. Foto: Kholistiono

“Ramadan ini, untuk melengkapi produk Yuliati Warno, kita berinovasi di peci Batik Pesisiran khas Pati. Apalagi, permintaan untuk peci ini lumayan tinggi. Di geleri kita juga tersedia sajadah batik maupun sarung batik,” ujarnya kepada Betanews.id, Senin (5/4/2023).

-Advertisement-

Baca juga: Peci Beludru dari Limbah Garmen Buatan Nunung yang Lagi Digandrungi Banyak Orang

Sedangkan untuk model songkok, menurutnya pihaknya menyediakan tiga varian, yakni songkok dengan ukuran lebih tebal, kemudian elastis yang bisa dilipat dan selanjutnya lebih soft. Songkok tersebut, semuanya aman untuk dicuci.

Kemudian untuk harga songkok batik itu harganya Rp70 ribu hingga Rp100 ribu. Pembeli, bisa mendapatkan songkok batik itu dengan datang langsung ke galeri ataupun bisa secara online di beberapa platform marketplace.

“Peminatnya sejauh ini banyak ya, terutama kalangan anak muda dan dari santri-santri pondok pesantren, maupun jemaah lainnya. Ini juga cocok untuk oleh-oleh khas Pati bagi yang mudik Lebaran nanti,” ungkapnya.

Baca juga: Peci Batik Kudus Buatan Nunung Ini Pelangganya dari Berbagai Wilayah di Indonesia

Ia menyebut, ciri khas dari songkok batik buatannya itu terdapat pada motif batiknya, yakni motif pesisiran khas Pati. Dalam coraknya menujukkan ada motif rempekan, yaitu dengan warna tengahan atau klasik.

Ia jelaskan, rempekan menjadi simbul bahwa tambak yang dikeringkan itu melepaskan racun dalam tanah. Harapannya, ketika menggunakan songkok batik atau baju batik Pesisiran itu, membawa aura berpikir positif untuk mewujudkan impian bersama.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER