BETANEWS.ID, JEPARA – Andi Supriyanto (43) tampak serius menggergaji pola bros di bengkel miliknya di Desa Kriyan, Kecamatan Kalinyamat. Meski aksesoris monel itu baru separuh jadi, tapi sudah terlihat bagus.
Tak hanya bros, di dekatnya itu juga ada bermacam-macam aksesoris seperti gelang, kalung, cincin, anting, dan beberapa souvenir. Barang-barang itu rata-rata memang custom sesuai dengan keinginan pemesan.

Menurutnya, kebanyakan pelanggan merupakan para reseller yang memasarkan barang tersebut di toko miliknya. Banyak juga pesanan partai besar dari berbagai komunitas.
Baca juga: Tinggalkan Gaji Ratusan Juta, Ismail Lebih Memilih Geluti Bisnis Monel
Biasanya, Andi ia akan mengirim katalog yang berisi desain kerajinan kepada calon pembeli, dan ia tinggal menyesuaikan desain tersebut sesuai keinginan. Ada yang berupa nama atau logo dari kegiatan yang diadakan.
“Dulu pernah buka (toko di) marketplace, tapi ya mereka tetep sistemnya PO dulu, barang jadi baru dikirim. Cuma sekarang udah agak kerepotan kalau nerima jumlah banyak,” kata Owner Elly Acc itu, Jumat (24/03/2023).
Untuk harga, seperti bros atau bentuk ukiran nama ia menyesuaikan dari besar kecilnya desain, yakni mulai Rp10 ribu sampai Rp100 ribu. Sementara kalung yang sudah lengkap satu set biasa ia jual dengan harga Rp60-70 ribu untuk bahan yang berlapis emas. Sedangkan yang berbahan monel ia jual dengan harga Rp35 ribu.
Baca juga: Perhiasan Monel yang Bisa Custom Nama di Jepara Ini Sudah Tembus Pasar Luar Negeri
Selain menerima pesanan dari area lokal, usaha yang sudah ia rintis sejak 2017 tersebut juga banyak menerima pesanan dari daerah luar Jawa seperti Papua, Makassar, Sumatra, dan Kalimantan.
“Kalau untuk daerah lokal Jepara sendiri sekarang sudah jarang, kebanyakan dari daerah luar-luar” jelasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

