Tips Napas Tetap Segar Tanpa Bau Mulut Saat Jalani Puasa Ramadan

BETANEWS.ID, KUDUS – Puasa Ramadan adalah kewajiban bagi umat Islam yang sudah akil baligh. Namun, ketika berpuasa banyak orang yang mengeluh terkait bau mulut, sehingga membuat insecure ketika berbicara dengan orang lain. Lalu bagaimana agar nafas tetap segar meski berpuasa seharian?

Doket Gigi, Wenni Kannis Qorinna mengatakan, sebelum bicara mengatasi bau mulut ketika berpuasa, alangkah baiknya mengetahui dulu penyebab bau mulut saat berpuasa.

Menurutnya, ada beberapa sebab bau mulut muncul saat orang berpuasa, di antaranya, ketika orang berpuasa asupan nutrisi berkurang yang kemudian menjadikan sistem pertahanan tubuh juga menurun. Sehingga, biasanya rentan terhadap bakteri yang menyebabkan bau mulut.

-Advertisement-

Baca juga: 3 Tips Perawatan dari Mili Dental Care untuk Gigi Lebih Sehat

“Orang berpuasa cairan tubuhnya juga berkurang, yang otomatis saliva (air liur) juga cenderung berkurang. Itu juga mendukung terjadinya bau mulut,” ujarnya ketika ditemui di tempat prakteknya di Desa Dersalam, Kecamatan Bae, Kudus, Jumat (31/3/2023).

Wenni mengungkapkan, ada beberapa cara untuk mengatasi bau mulut saat sedang berpuasa, salahs atunya sikat gigi setelah makan sahur. Sikat gigi ini penting karena untuk membersihkan sisa makanan yang menempel di sela gigi dan area rongga mulut lain agar bakterinya juga menurun. Selain itu, mengatur konsumsi air putih juga penting.

“Konsumsi air putih di sela waktu buka puasa dan sahur. Untuk memenuhi kebutuhan cairan dalam tubuh, minumlah air putih kurang lebih sebanyak dua liter,” beber dokter gigi lulusan Universitas Hangtuah Surabaya tersebut.

Selain itu, kata Weni, ketika sahur dan berbuka diusahakan menghindari makanan atau minuman yang terlalu manis. Biasanya, orang berbuka puasa malah cenderung suka dengan yang manis-manis, itu sebenarnya kurang bagus.

Baca juga: RSUD Buka Layanan Poliklinik Gigi Konservatif, Semua Masalah Gigi Bisa Ditangani di Sini

“Nah, itu dikurangi. Sebab makanan atau minuman manis itu meningkatkan keasaman mulut. Sehingga bakteri meningkat dan bau mulutnya pun meningkat,” ungkap perempuan yang saat ini melanjutkan pendidikan Magister Ilmu Kedokteran Gigi di Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta itu.

Ia juga meminta untuk menghindari makanan yang lengket, minuman bersoda dan kopi atau teh manis saat sahur. Minuman bersoda kadar gulanya tinggi, kopi sifatnya asam apalagi jika manis.

“Namun bagi pecinta kopi dan memaksa meminumnya saat sahur, dianjurkan setelahnya untuk minum air putih. Hal itu untuk menetralisir kadar keasaman pada mulut,” imbuhnya.

Terkait penggunaan mouthwash setelah sikat gigi, Wenni menuturkan, bahwa itu sifatnya tidak wajib. Jika menggunakan mouthwash diperbolehkan tapi tidak keharusan.

“Intinya yang paling penting itu sikat gigi dua kali sehari dengan durasi menggosok gigi minimal dua menit,” jelasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER