BETANEWAS.ID, JEPARA – Di sepanjang tepi jalan Purwogondo-Kalinyamatan Jepara itu terlihat beberapa outlet jajanan yang ramai pembeli. Salah satu tempat yang dikerubuti orang-orang itu adalah Crepes 77.
Lapak milik Misbahul Munir (25) itu memang sedang jadi idola para pencari kudapan di daerah tersebut. Kue leker yang dimodif menjadi crepes itu punya tekstur yang renyah berpadu dengan aneka toping. Pantas saja jika kastemernya dari segala usia dari anak kecil, remaja, sampai dewasa. Saking ramainya ia bisa menghabiskan 4-5 kg adonan dalam sehari.
Di outletnya, Misbah memang baru menyediakan satu variasi dengan rasa manis, meski banyak juga pedagang lain yang memodifikasi kue leker dengan toping pedas serta asin. Satu crepes buatannya, dijual dengan harga Rp3.500 sampai Rp5.500, tergantung toping yang dipilih. Jika pembeli berminat menambah toping cukup menambah Rp1.000.
Baca juga: Pindang Suwir Sang Juara, Oleh-oleh Khas Demak yang Penjualannya hingga Hongkong
“Saat ini untuk varian memang baru satu, manis. Tapi ke depan mau coba tambah asin sama pedes. Varian topingnya juga bakal diperbanyak,” kata Misbah, pada Kamis (09/03/2023).
Disela melayani pembeli, Misbah berbagi cerita bahwa sebelumnya ia merantau di Jakarta menjual mainan anak-anak. Mainan tersebut ia ambil dari desanya yang berada di Karang Aji. Namun, semenjak bus Jakarta sudah digantikan oleh busway, bus umum yang beroperasi menjadi jarang.
Sedangkan jika naik busway ia tidak bisa leluasa membawa banyak barang. Hingga kemudian dia memutuskan untuk kembali ke Jepara dan memilih berjualan crepes.
“Waktu masih di Jakarta dulu sempat belajar dan crepes ini yang bikinnya mudah. Modalnya juga tidak perlu terlalu banyak,” ungkapnya.
Baca juga: Gethuk Gembul, Cara Baru Menikmati Jajanan Jadul yang Kini Jadi Oleh-Oleh Khas Rahtawu
Namun semenjak tingginya curah hujan menyebabkan area jalan Purwogondo-Kalinyamatan banyak yang rusak. Area jalannya juga banyak yang berlubang, sehingga menggenangi badan jalan.
“Semenjak hujan kemarin omzetnya jadi turun 50 persen. Orang orang kan jadi males keluar. Apalagi jalannya banyak yang rusak,” tuturnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

