BETANEWS.ID, KUDUS – Komite Tari Dewan Kesenian Semarang (Dekase) bersiap menyambut Hari Tari Sedunia. Dilansir dari laman Kemendikbud, Hari Tari Sedunia atau International Dance Day diperingati setiap 29 April. Tanggal perayaan ini diambil dari hari lahir pembuat tari balet modern, Jean Georges Noverre.
Komite Tari Dekase, Anik Purwati, mengungkapkan, pihaknya telah mempersiapkan perayaan Hari Tari Sedunia sejak dini. Menurut Anik, Dekase saat ini tengah mendorong sanggar-sanggar tari untuk terlibat dalam gelaran pertunjukan tari di Kota Semarang.
Rencananya, gelaran pertunjukan tari akan dilaksanakan di Taman Indonesia Kaya (TIK) pada 29 April 2023. Selain mendorong sanggar-sanggar tari dalam kota, Dekase juga telah melakukan koordinasi dengan sanggar-sanggar tari dari luar kota, yakni Ungaran, Jepara, Pati, dan Demak.
Baca juga: Jelang Hari Teater Sedunia, Dua Penulis Semarang Luncurkan Naskah Drama
Anik menambahkan, kepersertaan pertunjukan tari tersebut hanya dibatasi sebanyak 30 sanggar. Pembatasan ini dimaksudkan agar tidak terlalu banyak, mengingat daya tampung TIK. Namun, pihaknya masih melihat animo pendaftar. Jika ternyata jumlah sanggar yang mendaftar lebih dari target, pihaknya akan mengevaluasi dan mempertimbangkannya terlebih dahulu. Sementara jumlah penampil setiap sanggar sendiri tidak dibatasi.
Pertunjukan tari yang akan digelar oleh Dekase ini bertajuk “Natana Kalpaloka,” yang berarti menari untuk dunia. Anik menjelaskan, setiap sanggar dibebaskan dalam memilih genre tari.
“Kita tidak membatasi genre tari harus tari klasik, kita lintas genre, lintas umur. Bisa tari hip hop, bisa tari Korea, atau tari India juga boleh,” sebut Anik saat ditemui di Kantor Dekase, Jumat (24/3/2023).
Baca juga: Melalui Buku ‘Tuhan Tak Pernah Salah’, Sulis Bambang Gugah Kesadaran Sosial
Sedianya acara ini akan dilakukan mulai pukul 08.00 WIB. Gelaran ini tidak memungut biaya bagi para peserta, alias gratis. Begitu juga bagi para pengunjung. Ini dimaksudkan agar perayaan Hari Tari Sedunia ini bisa dirasakan semua masyarakat.
“Kita tidak ada HTM, semua masyarakat bisa ikut terlibat. Untuk syarat kepersertaan bisa dilihat di instagram Dekase, itu ada,” tambah Anik.
Anik berharap, dengan perayaan Hari Tari Sedunia ini, akan muncul lebih banyak lagi karya-karya tari di Kota Semarang dan sekitarnya. Anik juga memiliki harapan lebih atas seni tari. Menurutnya, menari mengandung makna tentang penghayatan kehidupan yang diekspresikan lewat gerak.
Editor: Ahmad Muhlisin

