Cinta Laura Sebut Generasi Milenial dan Z Keras Kepala dan Sok Tahu

BETANEWS.ID, SOLO – Selebritas sekaligus aktivis muda, Cinta Laura Kehl menilai generasi muda di Indonesia saat ini sering keras kepala dan sok tahu. Generasi muda yang ia maksud adalah generasi milenial dan generasi Z, serta Alpha.

Hal itu dikatakan Cinta, saat mengisi acara di Universitas Sebelas Maret (UNS) Rabu (15//3/2023). Dalam acara Demi Indonesia Goes To Campus itu, dia menyebut generasi muda saat ini tidak selalu mau mendengarkan informasi yang diberikan pihak lain.

“Kadang-kadang tidak selalu mau mendengarkan informasi yang diberikan. Karena kadang-kadang anak muda suka sok tahu dan itu aku akui itu,” ujarnya pada sesi jumpa pers.

-Advertisement-

Baca juga: Generasi Muda Diajak Lebih Peduli Lingkungan di Tengah Ancaman Perubahan Iklim

Oleh karena itu, wanita blasteran Indonesia dan Jerman tersebut mengaku beberapa tahun belakangan ini terus mendorong generasi muda untuk berubah. Dirinya juga mengaku memberikan dukungan dengan cara berkunjung ke beberapa institusi pendidikan di berbagai daerah di Tanah Air.

Menurut Cinta, pendidikan dapat membangun cara berpikir anak muda, dan tentunya membawa negara ke arah yang lebih baik lagi.

Dengan kehadirannya di UNS beserta tokoh muda yang lain seperti Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka dan juga Pemimpin Pura Mangkunegaran, KGPAA Mangkunegara X dalam acara Demi Indonesia Goes To Campus itu dapat merangkul generasi muda untuk lebih aktif lagi.

“Supaya anak muda sadar bahwa banyak juga pemimpin muda yang ingin merangkul semua teman-teman sini sebagai teman,” katanya.

Baca juga: Gaet Generasi Muda, Tim MGMP Sejarah Sarankan Museum Patiayam Buat Konten Menarik di TikTok

“Jadi ayo kita berdiskusi sama-sama, yuk kita menghargai pendapat satu sama lain, ayo kita mencari solusi agar bisa membangun negara ini dan membuat negara ini lebih sejahtera dan sukses lagi,” lanjutnya.

Menurutnya misi tokoh-tokoh muda seperti dirinya adalah merangkul generasi saat ini untuk menjadi Agent of Change dan Agent of Love.

“Karena apa yang kita lakukan harus didasarkan dengan rasa cinta. Kalau didasari rasa benci akhirnya kita akan melihat polarisasi yang lebih besar lagi dalam politik, dalam filosofi, dalam agama, dan segala aspek kehidupan kita. So let’s work together, discuss to one and other, and let’s find solutions together,” tuturnya.

Editor: Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER