BETANEWS.ID, JEPARA – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memberlakukan adanya sertifikat Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil) sebagai syarat mengajukan pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA). Elsimil merupakan program terbaru untuk mencegah stunting yang mulai berlaku pada Oktober 2022.
Syarat tersebut ditujukan sebagai deteksi dini penyakit atau ibu yang memiliki risiko melahirkan bayi stunting. Pemeriksaan tersebut dapat dilakukan di Puskesmas terdekat, kemudian hasilnya akan di input oleh Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) di masing-masing kecamatan.
Kepala Bagian Administrasi KUA Kabupaten Jepara, Abdul Rokhim, mengatakan, berdasarkan data yang masuk, di daerah Jepara masih banyak calon pengantin yang memiliki status beresiko. Namun, meski aturan itu sudah berlaku, pihak KUA tidak dapat membatalkan pernikahan yang diajukan masyarakat hanya karena Elsimilnya belum sesuai.
Baca juga: Intervensi Gizi Spesifik dan Sensitif Jadi Poin Penting Penanganan Stunting
“Januari 2023 itu harus deal Elsimil diwajibkan bagi calon pengantin di Jepara. Tetapi KUA tidak dapat menolak pasangan yang tidak lolos Elsimil, karena di PMA (Peraturan Menteri Agama) kita tidak ada kebijakan itu. Sehingga hanya bisa membantu mensosialisasikan,” ujar Rokhim saat ditemui di kantornya, Selasa, (7/3/2023).
Sementara dalam PMA Nomor 20 tahun 2019 tentang syarat administrasi dalam pernikahan memang tidak disebutkan Elsimil sebagai salah satu persyaratan dalam pernikahan. Adapun syarat yang tertuang yaitu fotokopi KTP, KK, surat pengantar dari desa, serta dokumen pendukung lain.
Baca juga: Ingat Bun, Anak Stunting Berisiko Susah Dapat Pekerjaan
Karena belum adanya payung hukum yang pasti, calon pengantin yang belum lolos Elsimil, tetap diizinkan menikah. Meskipun nantinya harus tetap dilakukan pantuan dari pihak bidan desa terkait kondisi fisik dari pasangan dapat ideal ketika ingin memiliki anak.
“Bagi ibu yang sudah terlanjur hamil bidan desa juga harus melakukan pantuan secara rutin terhadap kondisi dari bayi yang akan dilahirkan,” tuntasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

