Intervensi Gizi Spesifik dan Sensitif Jadi Poin Penting Penanganan Stunting

BETANEWS.ID, JEPARA – Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022 menyebutkan kasus stunting di Jepara turun dari 19,61 persen jadi 11,87 persen. Angka ini semakin memperkuat optimisme Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara yang menargetkan tahun ini bisa bebas dari kasus stunting.

Namun, menurut Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) DKK Jepara, Eko Cahyo Puspeno, target ini tak akan tercapai jika tak ada kerja sama dari semua pihak terkait.

Menurutnya, ada dua hal yang bisa dikerjakan bersama dalam kasus stunting, yaitu penanganan dan pencegahan. Untuk penanganan, poin pentingnya ada di intervensi gizi spesifik dan sensitif yang fokus pada penyebab stunting, seperti pola makan, kandungan gizi, dan penyakit bawaan ibu dan anak.

-Advertisement-

Baca juga: 747 Balita di Kedung Alami Stunting, Jadi yang Tertinggi di Jepara

Penanganan ini mengarah pada remaja, calon pengantin, ibu hamil, anak umur dua tahun, dan lima tahun. Misal untuk remaja, yaitu dengan rutin memberikan tablet penambah darah sebagai salah satu cara untuk mencegah anemia.

Kemudian pola konsumsi juga perlu untuk diperhatikan, mulai sejak remaja, wanita subur, ibu hamil, yaitu dengan mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang. Terutama bagi para ibu hamil, diwajibkan memiliki pola makanan yang ideal serta benar agar nantinya tidak memiliki risiko untuk melahirkan anak dengan kondisi stunting.

“Upaya penanganan dan pencegahan terus diupayakan. Salah satunya melalui imunisasi. Sehingga penting untuk memberikan imunisasi pada anak agar terhindar dari risiko penyakit yang menyebabkan stunting,” ujar Eko.

Sebab dalam kasus menangani stunting, kata dia, terkadang juga diakibatkan oleh penyakit bawaan yang sudah dialami oleh ibu atau anak. Penanganan stunting yang berfokus pada intervensi gizi spesifik, menurut Eko hanya berpengaruh 30 persen terhadap penurunan kasus stunting. Selebihnya, penangan intervensi gizi sensitif memiliki porsi yang lebih besar dalam menurunkan stunting.

Baca juga: Ingat Bun, Anak Stunting Berisiko Susah Dapat Pekerjaan

Pada intervensi itulah yang menurut Eko membutuhkan kerja sama dari berbagai bidang secara serius dan berkesinambungan untuk menurunkan kasus stunting. Dalam penanganan ini tidak berkaitan secara langsung dengan penyebab dari kasus stunting, Tetapi memiliki kaitan dengan faktor luar, seperti perekonomian.

“Penangan gizi spesifik itu hanya 30 persen. Ada yang namanya penangan gizi sensitif. Ini membutuhkan penangan bersama yang serius dan berkesinambungan dalam mencegah stunting,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER