31 C
Kudus
Jumat, Februari 13, 2026

Siswa Berhamburan Saat Kepulan Asap Mengepul di Lantai Tiga SMA Muhammadiyah Kudus

SEPUTARKUDUS. COM, DAMARAN  – Kepulan asap tipis terlihat di lantai tiga SMA Muhammadiyah Kudus, Jalan KHR Asnawi. Terlihat siswa yang masih mengenakan seragam secara tertib keluar melewati tangga evakuasi. Semetara itu, sejumlah orang yang mengenakan pakaian orange membuatkan jalur penyelematan menggunakan tali yang menghubungkan lantai tiga gedung sekolah dengan lantai dasar.

Simulasi evakuasi kebakaran di SMA Muhammadiyah Kudus 2017_4
Simulasi evakuasi kebakaran di SMA Muhammadiyah Kudus. Foto: Imam Arwindra

Dari depan Ruang Perpustakaan lantai tiga, dua siswa tampak dievakuasi menggunakan teknik Hauling dan Tandem oleh tim Search And Rescue (SAR). Mobil ambulan pun sudah bersiap-siap untuk mengangkut korban evakuasi. Saat korban sudah diturunkan dan berhasil dimasukkan ke dalam ambulan, terdengar tepuk tangan dari siswa.

-Advertisement-

Kejadian tersebut merupakan simulasi bencana yang dilakukan di sekolah tersebut. Simulasi dilakukan oleh Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Kudus, pada peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional 2017 (HKBN), Rabu (26/4/2017).

Menurut siswa SMA Muhammadiyah Kudus Umma Abdillah, dirinya cukup berkesan dengan simulasi bencana yang dilakukan. Menurutnya, dengan adanya simulasi bencana kebakaran tersebut, dirinya tidak akan panik jika sewaktu-waktu kebakaran benar-benar terjadi di sekolahnya. “Kalau panik malah nanti repot. Tetap tenang turun lewat tangga darurat atau jalur evakuasi,” ungkap siswa kelas X tersebut.

Menurutnya, dalam simulasi yang dilakukan MDMC, dirinya merasa merinding saat melihat evakusi mulai dilakukan. Abdillah mengaku tidak tertarik menjadi relawan bencana, karena dianggapnya sangat menakutkan. “Gak tertarik. Saya takut kalau harus turun dari lantai tiga,” jelasnya.

Wakil Ketua MDMC Satriyo Yudo mengungkapkan, kegiatan yang dilaksakan yakni simulasi kejadian kebakaran bertempat di SMA Muhammadiyah Kudus. Menurutnya, dalam peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional 2017 (HKBN) yang jatuh pada 26 April 2017, pihaknya ingin setiap sekolah mandiri dalam melakukan evakuasi jika sewaktu-waktu terjadi bencana.

“Tahun ini target kami menyadarkan untuk sekolah-sekolah terutama sekolah Muhammadiyah untuk menjadikan setting tempat aman dan nyaman,” ungkapnya saat ditemui selepas kegiatan.

Selain itu juga memberikan pemahaman sekolah hal apa saja yang perlu dilakukan saat terjadi bencana. Cara evakuasi, menggerakkan siswa dan membuat jalur evakuasi. Satriyo menceritakan, dalam simulasi evakuasi yang dilakukan, terdapat dua siswa yang terjebak dalam kebakaran sekolah. Diceritakan, siswa tersebut berada di gedung lantai tiga.

“Ada satu siswa pinsan kami evakuasi dengan cara Hauling dan siswa satunya dengan cara Tandem, karena masih bisa berjalan. Dia cuma lemas saja,” terangnya.

Sementara itu, Kepala SMA Muhammadiyah Kudus Muchammad Chasan mengungkapkan, pihaknya mengajak siswa dan masyarakat sekitar untuk lebih memahami cara melakukan pertolongan bencana. Menurutnya, hal tersebut dianggapnya sangat penting karena bencana bisa terjadi sewaktu-waktu.

Selain untuk peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional 2017, katanya, kegiatan simulasi bencana juga memberikan pengetahuan dasar tentang bencana kepada siswa. “Sebelum simulasi ada apel pagi yang diikuti 400 an siswa dari SD, MI, SMP dan SMA. Beberapa tamu kepala sekolah juga hadir,” tambahnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER