BETANEWS.ID, KUDUS – Dua orang perempuan terlihat berjalan menyusuri banjir di antara permukiman Dukuh Tanggulangin, Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Hujan rintik-rintik dan hawa dingin, memaksa dua perempuan tersebut keluar rumah dan menerjang banjir setinggi paha orang dewasa untuk berbelanja kebutuhan masak dan berobat.
Salah satu perempuan tersebut adalah Zulaikah. Bagi warga Dukuh Tanggulangin, banjir seolah tamu yang datang ketika musim hujan dan menetap beberapa hari bahkan hingga berbulan-bulan.
“Dukuh Tanggulangin itu sering banget banjir. Banjir ini terjadi sejak November 2022 hingga sekarang. Ya, memang tidak terus terendam, pernah surut tapi ketika hujan deras kembali banjir,” ujar Zulaikah kepada Betanews.id, Jumat (24/2/2023).
Baca juga: Banjir Kembali Rendam Pemukiman di Desa Tanjungkarang Kudus
“Kurang lebih dua pekan sudah kami kebanjiran. Banjir ini seperti ngeprank. Setiap surut kami pun bergegas bersihkan rumah, nggak taunya hujan lagi dan rumah kami kebanjiran lagi. Sejak tanggal 11 itu saya sudah bersih-bersih rumah dari banjir sampai sembilan kali,” ungkapnya.
Dia mengaku, warga sebenarnya sedih dengan keadaan yang ada. Tiap hari harus wara-wiri berjalan di tengah banjir hingga empat kali, mulai dari antar jemput anak sekolah, berbelanja, dan kebutuhan lainnya.
“Badan dan pakaian basah semua. Sebenarnya kami itu menangis di dalam hati dengan keadaan yang melanda kami. Dari dulu seolah banjir tak ada solusi. Kami berharap banjir bisa ditanggulangi dan kampung kami tak lagi kebanjiran,” harapnya.
Baca juga: Sungai Jratunseluna Meluap, Pemukiman Warga di Sowan Lor Jepara Kebanjiran
Kasi kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, Ahmad Munaji, mengatakan, intensitas hujan yang tinggi mengakibatkan lima desa di Kudus tergenang, yaitu Desa Jati Wetan, Tanjungkarang, Jetiskapuan, Payaman, dan Karangrowo.
“Khusus di Desa Jati Wetan ada tiga dukuh yang kebanjiran, yakni Gendok, Barisan, dan Tanggulangin,” rincinya.
Sementara jumlah warga yang terdampak banjir, kata dia, ada 777 Kepala Keluarga (KK). Sedangkan rumah yang terendam banjir ada sekitar 100-an rumah, dengan ketinggian banjir berkisar antara 20 sampai 70 sentimeter. “Semoga saja banjir bisa cepat surut,” harapnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

