747 Balita di Kedung Alami Stunting, Jadi yang Tertinggi di Jepara

BETANEWS.ID, JEPARA – Data Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara tanggal 03 November 2022 menyebut Kecamatan Kedung memiliki jumlah kasus stunting tertinggi di Jepara dengan 747 kasus. Jumlah tersebut tersebar di delapan desa di kecamatan tersebut.

Menurut Ahli Gizi Puskesmas Kedung II, Nursiana Puspitaningtyas, ada beberapa faktor yang menyebabkan wilayah Kedung memiliki jumlah kasus stunting yang tinggi. Pertama, rendahnya pemahaman terhadap Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada balita. Selama ini masih banyak ibu yang memiliki pemahaman bahwa anaknya sudah cukup hanya dengan diberikan karbohidrat. Padahal, kecukupan protein pada bayi sangat menentukan tumbuh kembang anak.

“Kebutuhan karbohidrat pada anak itu menyesuaikan kepalan tangan bayi, jadi nggak perlu dikasih banyak-banyak. Sementara proteinnya seukuran telapak tangan bayi,” jelasnya di depan ibu-ibu yang mengikuti penyuluhan serta pencegahan stunting di Balai Desa Karang Aji, Kecamatan Kedung, Kamis (23/02/2023).

-Advertisement-

Baca juga: Berkat Rumah Pelita, Orang Tua dengan Balita Stunting Kini Tak Perlu Khawatir Lagi Ketika Bekerja

Yang kedua, lanjut Tyas, banyak bayi lahir prematur sehingga memiliki risiko tinggi terkena stunting. Hal tersebut karena banyaknya angka kelahiran pada ibu-ibu muda yang menikah di usia dini yang angkanya cukup tinggo di Kedung.

Kemudian yang ketiga adalah faktor ekonomi. Menurut Tyas, kemiskinan juga menjadi penyebab tidak tercukupinya kebutuhan nilai gizi pada anak.

“Dari Bappeda kemarin sudah melakukan analisa. Untuk menentukan lokus stunting itu kan ada banyak faktor. Faktor konvergensi desa, ekonomi, sampai capaian indikator desa. Di Kedung Malang banyak ekonomi warganya yang rendah sehingga berpengaruh,” ujarnya.

Baca juga: Ganjar Keliling Desa Pantau Penanganan Stunting, Warga: ‘Senang, Merasa Diperhatikan’

Untuk mengatasi hal tersebut, pihak puskesmas bekerja sama dengan pemerintah desa terkait melakukan kampanye untuk mencegah stunting dengan mengonsumsi protein hewani. Apalagi di Kedung sendiri banyak daerah pesisir yang mempunyai potensi ikan yang cukup.

“Semenjak bayi masih di dalam kandungan, para ibu diberikan edukasi agar memperbanyak konsumsi protein hewani. Agar bayi yang dilahirkan tidak memiliki resiko untuk mengalami stunting. Kampanye tersebut juga sebagai salah satu upaya untuk mewujdukan Jepara bebas stunting,” tuntasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER