Unpad Akui Wanprestasi, Begini Nasib Peraih Nilai Tertinggi Seleksi Pengisian Perades di Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Pihak dari Universitas Padjajaran (Unpad) telah mengakui bahwa penyelenggaraan tes seleksi pengisian perangkat desa (Perades) di Kudus wanprestasi. Para peserta pun kemudian meminta untuk dilakukan tes ulang. Dengan karut-marut yang terjadi, lalu bagaimana nasib peraih nilai tertinggi?

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kudus Adi Sadhono mengatakan, sesuai jadwal peserta yang terpilih jadi perangkat desa akan dilantik 31 Maret 2023. Namun, karena ada kegaduan yang terjadi, pihaknya akan menunggu perkembangannya.

Baca juga: DPRD Kudus Nyatakan Unpad Wanprestasi Selenggarakan Tes Seleksi Pengisian Perades

-Advertisement-

“Terkait pelantikan, itu trias politika mas. Kita akan tunggu perkembangan selanjutnya. Kita belum bisa katakan sekarang,” ujar pria yang akrab disapa Adi kepada Betanews.id, Kamis (23/2/2023).

Dia menuturkan, sebenarnya yang bermasalah tak hanya tes seleksi Perades yang diselenggarakan oleh Unpad tapi juga perguruan tinggi lain. Namun, memang persoalannya sudah terselesaikan.

“Ada juga persoalan dari perguruan tinggi lain. Tapi sudah selesai,” ungkapnya.

Sebagai informasi, pada Selasa (14/2/2023), sebanyak 90 desa di Kabupaten Kudus menggelar tes seleksi perangkat desa. Ada 4.929 peserta yang mengikuti tes untuk mengisi 252 formasi jabatan perangkat desa yang kosong.

Dalam pelaksanaan tes seleksi, 89 desa menggunakan metode Computer Assisted Test (CAT). Sementara hanya satu desa yang menggunakan metode lembar jawaban komputer (LJK) yakni Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae.

Baca juga: Unpad Akui Wanprestasi, Peserta Seleksi Pengisian Perades Minta Tes Ulang

Pelaksanaan tes seleksi perangkat desa di Kabupaten Kudus menggandeng lima perguruan tinggi sebagai penyelanggara. Antara lain, Politeknik Negeri Semarang (POLINES), Universitas 17 Agustus (UNTAG) Semarang, Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto, Unisbank Semarang dan Universitas Padjajaran (UNPAD) Bandung.

Di antara lima perguruan tinggi tersebut, Unpad paling banyak jadi penyelanggara tes seleksi Perades dengan 68 desa. Sementara Unsoed, Unisbank masing-masing 10 desa. Serta Untag dan Polines masing-masing satu desa.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER