31 C
Kudus
Minggu, Februari 22, 2026

Dapat Bantuan Irigasi dari Pemprov Jateng, Warga Sijono Batang Kini Bisa Panen 3 Kali Setahun

BETANEWS.ID, BATANG – Masyarakat Desa Sijono, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, bisa merasakan manfaat bantuan keuangan senilai total Rp1,38 milliar dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Bantuan dalam bentuk pembangunan infrastruktur pada 2021 dan 2022 itu, menjadikan masyarakat setempat kini lebih produktif.

Sekretaris Desa Sijono, Mustakim, mengatakan, bantuan itu digunakan untuk pembangunan beton jalan, aspal jalan, talut jalan, jaringan irigasi tingkat usaha tani dan jaringan irigasi desa. Kemudian, pada  2022 Desa Sijono kembali mendapat bantuan berupa pembangunan jaringan irigasi desa dan pembangunan jembatan.

“Manfaatnya jauh sekali, antara sebelum dan sesudah ada bantuan. Kami ambil contoh untuk aspal. Dulu jalan rusak, sekarang sudah diaspal, jalan jadi lancar. Nilai jual tanah di tepi jalan aspal naik,” kata Mustakim di tempat kerjanya, Jumat (10/2/2023).

-Advertisement-

Baca juga: Pembangunan Jalan Salem Brebes yang Rusak Akibat Longsor Rampung dan Siap Dilalui

Menurutnya, sebelum adanya bantuan jalan aspal, harga tanah di sekitar jalan hanya berkisar Rp300 ribu per meter. Namun, sejak ada pengaspalan jalan, harga tanah di tepi jalan beraspal naik menjadi sekitar Rp1 juta per meter. Tentu saja hal itu amat menguntungkan warga, terutama yang hendak menjual tanahnya.

Tidak hanya itu, adanya bantuan jaringan irigasi juga memudahkan petani untuk mendapatkan air. Sebelumnya, petani sulit mendapatkan air untuk sawahnya, sehingga memanfaatkan sumur bor dan sejenisnya untuk mengairi sawah. Jaringan irigasi juga membuat produksi pertanian meningkat.

“Itu membuat produksi pertanian padi meningkat. Kalau dulu sebelum ada irigasi, 1 hektare bisa sekitar 4 ton untuk sekali produksi padi per panen. Sekarang bisa 5-6 ton,” beber Mustakim.

Hal itu juga dikatakan petani setempat bernama Zubaedin. Dia mengatakan, bantuan irigasi sangat terasa manfaatnya bagi petani. Sebab, berkat bantuan jaringan irigasi, petani tak lagi kesulitan mendapatkan air.

“Perbandingannya ya sekarang air lancar. Dulu ndat-ndet (kurang lancar). Sumur air dari sumur bor juga  kurang. Sekarang  lancar. Disedot mesin juga bagus,” kata petani berusia 65 tahun ini.

Sejak ada bantuan jaringan irigasi, petani seperti dirinya mampu melakukan panen padi dan hortikultura hingga tiga kali dalam setahun. Padahal, sebelum ada bantuan irigasi, ia dan petani lainnya hanya mampu panen dua kali saja, dalam setahun.

Baca juga: Ganjar Izinkan Kades Gunakan Bantuan Pemprov untuk Tangani Kemiskinan Ekstrem

“Airnya lancar. Sebelum ada bantuan irigasi, airnya kurang. Alhamdulillah, sekarang lancar. Senang, Alhamdulillah. Manfaatnya banyak,” tuturnya.

Warga lain, Haniah Ismaya (22), mengaku senang jalan di desanya sudah mulus.  Selain mempercepat akses masyarakt saat hendak ke jalan tol, maupun ke jalan raya, warga juga memanfaatkan jalan untuk bermain dan aktivitas lain.

“Dulu jalan tidak bisa dibuat jalan. Karena blekok-blekok, enggak bisa dilewati motor. Sekarang sudah diaspal, nyaman, buat akses jalan jadi dekat. Mau lewat ke tol jadi dekat. Pagi buat berjemur,” ucap Haniah.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER