Sekolah Penggerak di Kudus Diharapkan jadi Role Model Bagi Sekolah Non-Penggerak

BETANEWS.ID, KUDUS – Suasana di Pusat Belajar Guru (PBG) yang berada di Kelurahan Mlatinorowito, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus begitu meriah. Di bagian tengah yang merupakan panggung aksi, terlihat para siswa dari berbagai sekolah mempertunjukan tari, pidato dan lainnya.

Sementara di beberapa ruangan terdapat pameran hasil karya dari Sekolah Penggerak yang ada di Kabupaten Kudus. Acara tersebut adalah bagian dari acara pengukuhan pengurus dan launching logo baru PBG Kabupaten Kudus.

Ketua Pengelola Program PBG Kabupaten Kudus Rizky Oktavian mengatakan, di Kabupaten Kudus total ada 33 Sekolah Penggerak. Dalam acara pengukuhan pengurus dan logo baru PBG Kudus, semua sekolah penggerak di Kota Kretek ikut serta mengadakan pameran gelar karya Sekolah Penggerak.

-Advertisement-
Harjuno Widodo, Kepala Disdikpora Kudus saat meninjau salah satu stand Sekolah Penggerak. Foto: Rabu Sipan.

Baca juga: Songsong Kurikulum Merdeka Belajar 2023, Kudus Akan Punya 74 Guru Penggerak

“Harapan dari kegiatan pameran ini, agar Sekolah Penggerak di Kudus bisa jadi role model bagi sekolah nonpenggerak,” ujar pria yang akrab disapa Rizky kepada awak media, Jumat (3/2/2023).

Tak dipungkiri, kata dia, pelaksanaan Kurikulum Merdeka di Kabupaten Kudus selama ini bisa maksimal setelah adanya Sekolah Penggerak. Sebab, Sekolah Penggerak adalah pionir yang melaksanakan Kurikulum Merdeka yang benar-benar didampingi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia.

“Dengan begitu sekolah-sekolah nonpenggerak di Kabupaten Kudus bisa melaksanakan Kurikulum Merdeka jalur mandiri dengan mengikuti jejak Sekolah Penggerak yang sudah ada. Sehingga pelaksanaan Kurikulum Merdeka di sekolah bisa maksimal,” ungkapnya.

Implementasi Kurikulum Merdeka bagi sekolah nonpenggerak, lanjut Rizky, bisa melalui jalur mandiri. Yang terdiri dari Mandiri Berubah, Mandiri Belajar dan Mandiri Berbagi.

Untuk yang Mandiri Belajar, kurikulumnya menggunakan kurikulum 2013 yang dimodifikasi pelaksanaan pembelajarannya mengadaptasi Kurikulum Merdeka. Kemudian untuk Mandiri Berubah bisa melaksanakan Kurikulum Merdeka dengan menggunakan perangkat yang sudah disediakan oleh pemerintah.

“Sedangkan Mandiri Berbagi sudah seperti Sekolah Penggerak. Mulai modul ajar, perangkat pembelajarannya semua dibuat oleh guru sekolah itu sendiri,” jelasnya.

Baca juga: Puluhan Calon Guru Penggerak di Kudus Ikuti Lokakarya

Tak hanya sekolah yang berada di bawah naungan Kemendikbudristek, lanjutnya, sekolah di bawah naungan Kemenag Kudus tahun ini juga sudah melaksanakan Kurikulum Merdeka, misal Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Tsanawiyyah.

“Proses pelatihan itu biasanya juga bekerja sama dengan PBG. Karena PBG menaungi semua sekolah, baik di bawah Kemendikbudristek maupun dari Kemenag,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, 33 sekolah penggerak di Kabupaten Kudus tersebut terdiri dari dari tujuh Pendidikan Anak Usia Dini (Paud), Sekolah Dasar (SD) ada 21, Sekolah Menengah Pertama (SMP) ada tiga dan Sekolah Menengah Atas (SMA) ada dua. Yang semua ikut memamerkan karya para siswanya hasil dari Kurikulum Merdeka di acara ini.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER