Iseng Bawa 5 Porsi untuk Teman Sekolahnya, Enaknya Nasi Bakar Culai Buatan Laila Ternyata Banyak Peminatnya

BETANEWS.ID, KUDUS – Pagi itu Laila Nur Sa’adah (19) atau akrab disapa Laila, tampak sibuk menyiapkan nasi bakar yang akan disetor ke penjual depan SD Cahya Nur. Saat tiba di rumahnya Desa Ngembalrejo, RT 2 RW 6, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, aroma harum dari nasi yang dibalut dengan daun pisang yang kemudian dipanggang itu begitu menggoda.

Laila mengatakan, Nasi Bakar Culai yang berdiri sejak 2008 itu, awalnya memang tidak disengaja. Saat masih duduk di bangku SMA, ia iseng membuatkan untuk temannya. Karena cita rasa nasi bakar yang enak dan memiliki aroma yang harum, teman-teman sekolahnya kemudian juga minta untuk dibuatkan, bahkan gurunya juga jadi langganan tetapnya.

Laila sedang membuat nasi bakar. Foto: Sekarwati.

Baca juga: Larisnya Nasi Bakar Culai Buatan Laila, Tidak Sampai Satu Jam Ratusan Porsi Bisa Ludes

-Advertisement-

“Dulu itu awalnya iseng-iseng membuat lima porsi nasi bakar buat lima teman saya untuk dibawa ke sekolah. Terus katanya baunya enak, jadi satu kelas nyoba, lalu merembet-merembet, dari satu kelas ke kelas yang lain, sampai guru-guru juga,” katanya.

Melihat peluang bisnis yang menjanjikan, imbuh Laila, ia teruskan dan kembangkan hingga sekarang. Kini ia telah menyediakan tiga varian rasa, di antaranya rasa ayam, pedo atau ikan asin, dan rendang sapi.

“Harga nasi bakar ayam dan pedo Rp 10 ribu dan rendang Rp 13 ribu per porsi,” imbuhnya.

Meskipun sempat berhenti lantaran wabah Covid-19, Laila tak pantang menyerah. Ketika ada peluang pendaftaran pedagang car free day (CFD) ia berinisiatif bergabung dan akhirnya kini ia sering mangkal setiap hari Minggu di Alun-alun Simpang Tujuh.

“Setiap hari kita setor di depan SD Cahya Nur, itu paling sedikit 10-15 porsi aja, tapi pas CFD bisa habis 150-200 porsi belum ada sejam kadang langsung habis, ” terangnya.

Laila tidak bekerja sendiri, ia juga dibantu ibunya yang bertugas bagian memasak. Sedangkan dirinya ikut memetik kemangi dan menyiapkan bahan lainnya. Untuk menyiapkan itu, ia bahkan memulainya sejak hari Kamis dalam proses pembuatan nasi bakar.

Baca juga: Terinspirasi dari TikTok, Ifud Jualan Nasi Bakar Ayam Kemangi yang Ternyata Banyak Digemari

“Jadi kalau malam minggu itu gak tidur, aku sama ibu gantian. Aku ngebantu yang petik kemangi, nanti ibu yang bungkus, ” jelasnya.

Sembari bekerja sebagai fotografer, Laila berharap usaha kulinernya itu bisa berkembang. Ke depannya ia ingin membangun lapak di pusat kota agar pembeli mudah untuk mengakses Nasi Bakar Culai.

“Target ke depan mau mengumpulkan modal dulu agar bisa buka warung di kota. Soalnya di sini pada ngeluh karena terlalu jauh, ” pungkasnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER