BETANEWSID, SOLO – Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka merasa kesal dengan berbagai hujatan yang ia terima setelah dapat dana hibah dari Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) sebesar Rp230 miliar. Dalam hujatan itu, Gibran disebut pro dengan UEA yang disebut Kadrun (Kadal Gurun). Lawatan Gibran tersebut dinilai bertolak belakang, lantaran Gibran dinilai sebagai kelompok kontra.
Kritikan pedas tersebut bermula saat Gibran memposting hasil kunjungannya ke UEA pada akhir 2022 di akun media sosialnya twitter @gibran_tweet. Unggahannya itu kemudian mendapat komentar dari salah satu netizen yang menuding Gibran sebagai orang yang munafik, lantaran menerima dana dari UEA.
“Gerombolanmu teriak kadrun kadrun, giliran dapat sumbangan kadrun paling gercep!! Asem tenan!,” cuit akun @sulaimanfest.
Baca juga: Setelah Masjid Sheikh Zayed, Pemerintah UEA Juga Akan Bangun Islamic Centre di Solo
Menanggapi cuitan tak sedap itu, Gibran menaggapinya dengan santai. Ia bahkan sempat mengunggah fotonya sedang berada di gurun pasir bersama dengan Duta Besar (Dubes) UEA untuk Indonesia, Abdulla Salem Al Dhaheri dan temannya.
Ditanya soal sindiran itu, Gibran mengaku heran dengan haters yang menuding UEA adalah Kadrun. Suami Selvi Ananda itu tak ingin mempedulikan orang yang menyindirnya itu.
“Kadrun itu siapa ya? Bisa-bisanya UAE di kadrun-kadrun kan. Nggak ada hubungannya. Jangan dipedulikan ya,” kata Gibran, Kamis (5/1/2023).
Baca juga: Dapat Dana Hibah Rp230 Miliar Dari Pemerintah UEA, Gibran Akan Gunakan untuk Ini
Gibran menegaskan bahwa UEA dan Kadrun sangat jauh berbeda. Ia menyebut tidak ada hubungannya antara UEA dengan Kadrun yang disebut oleh salah satu warganet itu. Menurutnya, kometar tak sedap itu dilontarkan lantaran ada sejumlah orang yang iri dengan prestasinya.
“Jauh predikate, ora ono hubungane ya enak wae, itu wong-wong sing iri, rasah digagas ya,” katanya.
Editor: Ahmad Muhlisin

