31 C
Kudus
Selasa, Februari 24, 2026

Mbak Ita Selipkan Urban Farming ke Kurikulum Merdeka Belajar

BETANEWS.ID, SEMARANG – Guna mewujudkan ketahanan pangan di Kota Semarang, Plt Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu berencana untuk memasukkan mata pelajaran bercocok tanam atau urban farming ke dalam kurikulum merdeka.

Terkait hal itu, pihaknya menggelar kegiatan sosialisasi urban farming bagi satuan pendidikan negeri di Kota Semarang Pada Kamis (5/1/2023).

Dalam kesempatan tersebut, Mba Ita sapaan akrabnya menuturkan, penambahan urban farming dalam kurikulum merdeka mempunyai tujuan untuk membentuk karakter anak.

-Advertisement-

Baca juga: Wujudkan Penghijauan di Tengah Kota, SMPN 39 Kota Semarang Terapkan Urban Farming

“Pelajaran ini rencananya akan masuk 20 persen dari kurikulum merdeka. Nilai di dalam kegiatan urban farming ini kebetulan terkait dengan kurikulum merdeka belajar. Sehingga ilmu yang diberikan di sekolah, diharapkan bisa menumbuhkan kepeduliaan dan kesadaran dalam diri anak,” ujar Mbak Ita.

Tak hanya itu, ia pun berencana untuk memberikan edukasi tentang urban farming kepada masyarakat. Tujuannya agar mereka bisa berjaga-jaga dan sadar terhadap potensi krisis yang bisa terjadi di tahun 2023 ini.

“Jadi pada tahun 2022 kemarin Presiden selalu mengingatkan bahwa tahun 2023 ini bisa terjadi krisis pangan dan krisis energi. Demikian pula akan terjadi resesi global, tapi semoga di Kota Semarang tidak terjadi,” terang Ita.

“Jadi nanti rencananya tidak hanya sekolah saja, tapi juga ingin memberikan edukasi lebih lagi ke masyarakat luas, agar semua bisa menerapkan urban farming,” tambahnya.

Ita pun menyebut, digalakannya urban farming ini juga untuk menurunkan suhu di Kota Semarang agar tidak terlalu panas.

Baca juga: SMPN 39 Kota Semarang Latih Siswa Berwirausaha Lewat Urban Farming

“Tujuan digalakannya urban farming ini, selain untuk ketahanan pangan juga untuk menurunkan suhu di Kota Semarang agar tidak terlalu panas. Kan tidak ada salahnya untuk mencontoh kota-kota yang bagus seperti Surabaya misalnya, karena urban farming, suhu di sana bisa turun 2 derajat dari biasanya,” katanya.

Mbak Ita pun berharap dengan melihat potensi yang dimiliki oleh program tersebut, cukup membantu dalam keefektifan menjaga energi dan ketahanan pangan khususnya di kota Semarang.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER