31 C
Kudus
Sabtu, Februari 4, 2023
BerandaSEMARANGWujudkan Penghijauan di...

Wujudkan Penghijauan di Tengah Kota, SMPN 39 Kota Semarang Terapkan Urban Farming

BETANEWS.ID, SEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menggencarkan program urban farming untuk mewujudkan penghijauan di tengah kota. Progam tersebut nantinya menyambung dengan progam ketahanan pangan guna menghadapi inflasi yang diperkirakan akan terjadi tahun depan.

Pemkot Semarang juga sedang gencar mensosialisasikan progam tersebut ke semua lingkungan masyarakat. Salah satunya yaitu lingkungan sekolah di Kota Semarang. Salah satu sekolah yang sudah menerapkan yaitu SMPN 39 Kota Semarang.

Penangung jawab progam sekaligus guru SMPN 39 Semarang, M Agus Khamid mengaku, progam urban farming di tempatnya mengajar, sudah dijalankan jauh sebelum adanya progam urban farming dari pemkot.

SMPN 39 Kota Semarang. Foto: Kartika Wulandari.

Baca juga: Momen Plt Wali Kota Semarang Panen Sayur Bareng Siswa SDN 01 Wates

“Sebelum ada progam dari pemkot, kita sudah punya progam itu. Kita mulai pertengahan bulan September 2022,” katanya.

Pihaknya mengatakan, progam tersebut muncul lantaran adanya lahan kosong. Akhirnya ia pun mencoba memanfaatkan lahan tersebut dengan membuat perkebunan hidroponik.

“Awalnya dulu kan ada lahan kosong, pertama mau dibuat taman baca tapi karena dananya kurang, akhirnya kita coba rundingkan dengan orang tua murid dan ketemulah ide untuk membuat perkebunan hidroponik dan tanaman sayuran pot,” ujarnya.

“Tanaman hidroponiknya sementara masih kangkung saja, kemudian yang di pot ada bayam dan cabai. Untuk protein hewani kita ada lele, dan rencanaya kita akan menambah ikan nila, dan akan membuat aquaponik yang akan ditanami pakcoy dan selada,” tambahnya.

Dalam perkebunan hidroponik ini, lanjut Agus, menggunakan perairan otomatis yang akan mengairi media hidroponik setiap 30 menit sekali.

“Perairannya kita menggunakan yang otomatis, jadi 30 menit sekali air akan naik ke peralon. Sehingga kita cuma memberi pupuk, memetik daun-daun yang kuning, dan mengisi air,” ujarnya.

“Yang ikut mengurus tanaman ini kebanyakan dari siswa ektrakulikuler pramuka, jadi sudah ada jadwalnya sendiri-sendiri mulai dari Senin sampai Minggu,” tambahnya.

Ke depannya, karena sekolah tempatnya mengajar juga mempunyai progam kewirausahaan, hasil sayur mayur ini akan dijual kepada wali siswa.

“Dari mulai yaitu bulan September, kita sudah pernah panen satu kali, tapi yang pertama untuk publikasi saja. Nah yang panen ke dua ini rencanaya akan kita masukan ke progam wirausaha, jadi hasilnya akan coba kita tawarkan ke orang tua murid melalui media sosial dan grup WhatsApp,” katanya.

Agus pun menambahkan, pihaknya sangat mendukung adanya progam urban farming yang kini tengah digencarkan oleh Pemkoot untuk ketahanan pangan. Sebab menurutnya dengan cara seperti ini, ketahanan pangan Kota Semarang bisa tercukupi sehingga Semarang tidak kekurangan pangan.

Baca juga: Konsep Urban Farming Kota Semarang Jadi Percontohan PBB

Sebelumnya, Plt Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengimbau kepada masyarakat untuk mulai melakukan urban farming dengan memanfaatkan lahan-lahan kosong menjadi lahan produktif.

“Menanam tidak perlu lahan yang luas, lahan kosong yang kecil pun bisa kita gunakan. Contohnya saja lingkungan pemkot bisa menanam buah. Dengan gencarnya kegiatan ini diharapkan kedaulatan pangan Kota Semarang bisa terjaga,” katanya saat ditemui belum lama ini.

Editor: Kholistiono

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,383FansSuka
13,322PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
100,000PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler