BETANEWS.ID, KUDUS – Sejumlah perempuan terlihat sibuk memasak di dapur umum yang berada di Desa Banget, Kecamatan Kaliwungu, Kudus. Lima orang perempuan paruh baya terlihat di bagian dapur, sementara di ruang tengah ada belasan perempuan tampak cekatan membungkus makanan.
Sedangkan di tenda depan rumah, sejumlah remaja sedang sibuk menghitung nasi bungkus yang hendak didistribusikan. Rombongan relawan bergantian datang, mulai menggunakan mobil, motor hingga troli. Tampak seorang pria mengenakan kaus berwarna hijau sedang mencatat hasil nasi bungkus yang sudah didistribusikan. Setelah memberi arahan kepada relawan, pria bernama Ranto itu berbagi cerita kepada Betanews.id tentang kondisi dapur umum di sana.

Baca juga: Dua Pekan Banjir Kudus Belum Surut, 632 Orang Masih Bertahan di Pengungsian
Dapur umum di Desa Banget tersebut, katanya sudah ada sejak Senin pagi. Setiap hari, pihaknya memasak kurang lebih 4.976 bungkus nasi. Menurutnya, jumlah tersebut masih kurang dan belum bisa memenuhi kebutuhan warga di sana.
“Jumlah rumah yang terdampak ada 1.244, setiap rumah, kami cuma bisa memberi dua bungkus. Kami baru mampu memberi dua kali sehari. Kalau melihat jumlah jiwa yang terdampak ini masih kurang banyak,” bebernya.
Sambil membuka catatan, Sekretaris Desa Banget itu juga merinci jumlah rumah yang terdampak banjir. Di Dukuh Kacu ada 659 rumah dan di Duku Banget ada 585 rumah. Total warga yang terdampak di Desa Banget ada 4.708 jiwa.
“Laki-laki 2.438, perempuan 2.270, balita 320. Dapur umum ada dua, di rumah saya yang Dukuh Kacu dan satu lagi Dukuh Banget di rumah Pak Haji Kusno. Kami masih butuh bantuan sembako, terkhusus bahan yang diolah menjadi masakan. Karena dalam sehari kami memasak sekitar 2,5 kwintal,” ungkapnya.
Sementara itu, Slamet Widodo (48), Kepala Desa Banget menambahkan, jumlah relawan di sana lebih dari 100 orang. Relawan tersebut melibatkan Desa Tangguh Bencana (Destana), Karang Taruna Wira Abipraya, Satlinmas, Kader Siaga Trantip (KST).
“Selain itu, kami juga dibantu ibu-ibu PKK, Muslimat, IPPNU, IPNU, dan NU juga. Jadi semua relawan yang membantu ada 100 orang lebih,” jelasnya saat ditemui di Dapur Umum Dukuh Banget, Rabu (4/1/23).
Baca juga: MDMC dan Lazizmu Kudus Bagikan 2 Ribu Bungkus Nasi Tiap Hari Kepada Korban Banjir
Ia menyebut, banjir yang menggenangi beberapa wilayah Desa Banget itu sejak awal tahun ini. Berbeda dengan tahun yang sebelumnya, banjir saat ini menurutnya susah surut, lantaran air di Sungai Wulan masih tinggi, sehingga air yang berada di desa tersebut belum bisa mengalir.
“Tahun sebelumnya banjir itu malah lebih tinggi lagi, tapi surutnya air jauh lebih cepat dibandingkan saat ini. Dulu itu sehari semalam bisa langsung surut,” tuturnya.
Editor: Kholistiono

