Hari ASI Sedunia, Pemkab Kudus Dorong Semua Sektor Sediakan Ruang Laktasi bagi Ibu Menyusui

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus terus menggalakkan pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif sebagai upaya meningkatkan kualitas kesehatan dan pertumbuhan balita. Bertepatan dengan peringatan Hari ASI Sedunia, Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Kudus menggelar seminar edukasi tentang pentingnya pemberian ASI kepada bayi dan balita.

Ketua TP PKK Kabupaten Kudus, Endhah Sam’ani Intakoris, mengatakan ASI merupakan hak setiap anak yang harus tetap diberikan, termasuk bagi ibu yang bekerja. Menurutnya, bayi perlu mendapatkan ASI eksklusif selama enam bulan pertama, kemudian dilanjutkan hingga usia dua tahun dengan makanan pendamping ASI (MPASI).

“ASI tetap harus kita galakkan. Meskipun ibu bekerja, pemberian ASI harus tetap diutamakan. ASI eksklusif diberikan sejak usia 0 sampai 6 bulan, kemudian diteruskan hingga usia dua tahun,” bebernya usai membuka seminar di Pendapa Kabupaten Kudus, Selasa (4/8/2026).

-Advertisement-

Untuk mendukung ibu menyusui, Pemerintah Kabupaten Kudus telah menyediakan ruang laktasi di lingkungan Pendapa Kabupaten Kudus, tepatnya di Gedung Sekretariat Daerah (Setda), yang dapat dimanfaatkan oleh aparatur sipil negara (ASN) maupun pengunjung yang sedang menyusui.

Selain itu, Endhah juga mendorong seluruh perusahaan di Kabupaten Kudus menyediakan ruang laktasi bagi para pekerja perempuan, terutama di kawasan industri.

“Perusahaan di Kudus juga wajib menyediakan ruang laktasi, terutama di pabrik-pabrik. Dukungan dari suami juga sangat penting agar ibu tetap semangat memberikan ASI kepada anaknya,” katanya.

Ia juga berpesan kepada para ibu muda agar menjaga kondisi fisik dan mental selama masa menyusui. Menurutnya, dukungan keluarga, terutama suami, serta pemenuhan gizi yang baik menjadi faktor penting untuk menunjang keberhasilan pemberian ASI.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, dr. Abdul Hakam, menjelaskan bahwa kondisi psikologis dan fisik ibu sangat berpengaruh terhadap produksi ASI.

“Stres, baik secara psikis maupun fisik, dapat memengaruhi produksi ASI. Misalnya ibu terlalu lelah, sehingga di sinilah peran suami sangat dibutuhkan untuk memberikan dukungan,” jelasnya.

Ia menegaskan, ASI merupakan asupan terbaik bagi bayi, khususnya pada masa awal pertumbuhan, sehingga tidak boleh diabaikan.

Sebagai bentuk dukungan terhadap ibu menyusui, DKK Kudus juga mendorong lahirnya regulasi berupa Peraturan Bupati (Perbup) yang mewajibkan setiap perusahaan menyediakan ruang laktasi beserta fasilitas pendukung, termasuk kantong penyimpanan ASI perah.

“Kami menginginkan adanya Perbup agar seluruh pabrik memiliki ruang laktasi dan menyediakan fasilitas penyimpanan ASI. Hal ini sangat memungkinkan untuk diterapkan, hanya saja sampai saat ini belum bisa dimaksimalkan,” imbuhnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER