Revitalisasi Keraton Solo Terganjal Konflik Internal, Gibran Alihkan ke Kawasan Baluwarti

BETANEWS.ID, SOLO – Rencana revitalisasi Keraton Kasunanan Surakarta hingga saat ini belum terealisasi, lantaran adanya konflik internal. Namun, lingkungan masyarakat yang berada di kawasan keraton, tepatnya di Baluwarti rupanya juga perlu mendapatkan perhatian. Oleh sebab itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo akan mengalihkan anggaran revitalisasi ke Baluwarti.

Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa mengatakan, penataan kawasan Baluwarti ini akan menyentuh rumah-rumah warga yang berada di dalam benteng Keraton Kasunanan Surakarta.

“Yang ditata itu rumah dan kawasannya. Jadi sebetulnya semua kelurahan itu sama tidak ada yang istimewa. Dari Pemerintahan RI kerajaan kan sudah tidak ada. Sementara Baluwarti di kawasannya ada keraton. Ini penataannya untuk menghilangkan kesan kumuh,” kata Teguh, Senin (2/1/2023).

-Advertisement-

Baca juga: Gibran Siap Bantu Revitalisasi Bangunan Keraton yang Rusak Parah Asal Dua Kubu Akhiri Konflik

Terkait dengan keberadaan rumah Magersari (tanah keraton) yang berada di dalam kawasan Baluwarti, Teguh mengatakan bahwa hal itu tidak perlu diperdebatkan.

“Sementara rumah penduduk kebanyakan Magersari. Minta izin keraton kalau tidak diizinkan lantas bagaimana? Ya jangan begitu. Pemerintah selama tidak melanggar aturan, selesai. APBD harus fair kecuali itu di bantaran sungai, rel KA. Hal yang beda dengan tanah yang masuk dalam kawasan heritage, tidak membahayakan manusia lain kok,” paparnya.

Namun, Teguh mengaku belum tahu berapa anggaran yang akan digunakan untuk penataan Baluwarti ini.

“Belum tahu persis butuh anggaran berapa, termasuk paving yang dari keraton sampai alun-alun. Kalau ditata baik, siapa yang nggak suka, abdi dalem rumahnya layak. Rencananya mulai dari museum keraton, kelurahan ke Barat, tidak sampai sampai seribuan rumah,” tambahnya.

Baca juga: Penataan Taman Sriwedari dan Keraton Surakarta Disebut Masih Jadi PR Besar Bagi Gibran

Di lain kesempatan, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming menjelaskan penataan kawasan Baluwarti masuk dalam penggunaan dana hibah dari Uni Emirat Arab (UEA).

“Fokusnya ke Mangkunegaran dan Baluwarti dulu, hal-hal yang bisa saya sentuh saja, nek raiso tak sentuh yawes (kalau tidak bisa disentuh ya sudah),” kata Gibran.

“Anggarannya lumayan banyak. Untuk rinciannya nanti saja ya,” tambahnya Gibran.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER