BETANEWS.ID, KUDUS – Jumlah dokter aktif di Indonesia disebut masih sangat minim atau kurang banyak. Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes), jumlah dokter di Indonesia saat ini baru sekitar 140 ribu. Padahal kata Kemenkes yang mengutip refrensi dari WHO, kebutuhan dokter idealnya satu banding seribu penduduk, yang berarti kebutuhan dokter di Indonesia sekitar 270 ribu. Jika di Indonesia jumlah dokter masih kurang begitu banyak, bagaimana kebutuhan dokter di Kabupaten Kudus?
Dikonfirmasi melalui telepon, Ketua Ikatan Dokter Indonesia Cabang Kudus Ahmad Syaifuddin mengatakan, saat ini jumlah dokter di Kabupaten Kudus ada sebanyak 532. Terdiri dari dokter umum sebanyak 352 dan dokter spesialis di Kudus jumlahnya 180 orang.
Baca juga: Di Hadapan IDI Kudus, Hartopo Sebut Banyak Orang Pinggiran yang Tak Tersentuh Program Stunting
“Dengan jumlah tersebut, kebutuhan dokter di Kudus bisa dibilang sudah cukup. Sebab, selama ini pelayanan masih berjalan sangat baik,” ujarnya kepada Betanews.id, Senin (19/12/2022).
Dibanding jumlah penduduk Kabupaten Kudus ungkapnya, jumlah dokter tersebut memang belum satu dokter banding seribu penduduk sesuai keidealan yang disebut oleh Kemenkes. Namun, keidealan jumlah dokter yang disebutkan Kemenkes dari WHO, ia belum menemukan refrensi informasi pastinya.
“Jumlah penduduk di Kudus saat ini kan kurang lebih 800 ribuan jiwa, dengan jumlah dokter 530 orang. Paka perbandingannya satu dokter berbanding 1.600 penduduk,” bebernya.
Namun, ia memastikan, bahwa kebutuhan dokter di Kudus sudah tercukupi. Sebab semua pasien dengan berbagai penyakit bisa terlayani dengan baik, dan tak ada pasien yang sampai tak tertangani.
“Jika ada beberapa pasien di fasilitas kesehatan di Kudus yang harus dirujuk ke rumah sakit Semarang itu, bukan karena dokternya. Namun, karena kompetensi dan fasilitas dari rumah sakitnya,” ungkapnya.
Baca juga: Kenapa Tubuh Gampang Sakit saat Musim Pancaroba? Ini Penjelasan Ketua IDI Kudus
Dia pun mengakui, ada beberapa kompetensi dokter untuk penyakit tertentu memang jumlahnya sangat sedikit. Namun, bisa dibilang cukup untuk daerah setingkat Kabupaten Kudus.
“Di Kudus ini yang belum ada dokter spesialis akupuntur, spesialis penerbangan, spesialis kelautan. Memang dokter spesialis yang saya sebut ini tidak ada, sebab di Kudus juga tak ada laut dan lapangan terbang,” pungkasnya.
Editor: Kholistiono

