BETANEWS.ID, KUDUS – Ketua Forum Komunikasi Disabilitas Kudus (FKDK) Rismawan Yulianto mengatakan, Kabupaten Kudus saat ini masih jauh dari kata ramah terhadap penyandang disabilitas, terutama hal pekerjaan. Dia mengeluhkan minimnya kesempatan bekerja bagi penyandang disabilitas di Kota Kretek.
“Selama ini kami tak pernah diberi kesempatan di Kudus. Bagaimana kita bisa menunjukkan kemampuan kami, jika kesempatan itu tak pernah diberikan,” ujar Rismawan saat ditemui di Aula DPRD Kudus, saat Peringatan Hari Disabilitas Internasional, Minggu (11/12/2022).

Baca juga: FKDK Minta Pemkab Kudus Aktif Berdayakan Pekerja Difabel
Bahkan dibanding Kabupaten Jepara, ungkapnya, Kabupaten Kudus masih kalah jauh dalam hal ramah terhadap disabilitas. Sebab, selama ini Kota Ukir itu jadi jujugan penyandang disabilitas Kudus untuk bekerja.
“Justru selama ini, Kabupaten Jepara yang memberikan kami kesempatan untuk bekerja. Di Kudus, selama ini kami tak pernah diberi kesempatan,” tandasnya.
Oleh karenanya pada momen peringatan Hari Disabilitas Internasional ini, ia ingin mengingatkan, semua pihak stakeholder untuk lebih peka terhadap isu-isu disabilitas. Termasuk pemenuhan hak penyandang disabilitas di Kudus.
“Sebab, selama ini Pemkab Kudus itu memang kurang perhatian terhadap penyandang disabilitas. Sehingga, masih kurang jika Kudus dikatakan Kota Inklusi, kota yang ramah ramah disabilitas,” jelas warga Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kudus.
Baca juga: Bupati Kudus Akan Fasilitasi Pertemuan Antara Penyandang Disabilitas dengan Perusahaan
Penyandang disabilitas lain di Kudus yakni, Suryoso menambahkan, bahwa pada peringatan Hari Disabilitas Internasion dan HUT FKDK ini, pihaknya mengusung tema ‘Berdaya, Berkarya dan Setara’. Berdaya mempunyai arti kemampuan untuk mandiri dan berkarya mempunyai karya sama seperti orang pada umumnya. Serta setara, yakni punya hak yang sama di hadapan undang-undang.
“Jadi kita itu ingin dihargai dengan hak yang sama, tidak dikesampingkan, tidak dikucilkan. Kita perjuangkan tiga hal tersebut,” pungkasnya.
Editor: Kholistiono

