BETANEWS.ID, KUDUS – Saat berkunjung ke Jawa Tengah, tentu Anda sudah familiar dengan kuliner legendaris satu ini, yaitu nasi gandul atau biasa disebut Sego Gandul berasal dari Pati.
Nasi gandul memiliki rasa gurih dan mirip dengan semur daging. Keunikan dari nasi gandul adalah disajikan dengan daun pisang. Rasanya gurih dan manis, siapa saja akan ketagihan mencicipi nasi gandul. Sajian ini juga diberi potongan-potongan daging sapi sebagai pelengkap.
Jika membeli nasi gandul, biasanya penjual akan menawarkan akan memakai lauk apa. Biasanya ada otak, hati, limpa, dan lainnya. Selain itu nasi gandul juga cocok dinikmati bersama telur bacem atau perkedel. Setelah memilih lauk, penjual akan memotong kecil-kecil lauk pilihan pelanggan.

Nah kalau penasaran dengan kuliner yang satu ini, hampir di berbagai daerah di Jateng ada yang menjualnya. Sehingga, tidak perlu jauh-jauh ke Kabupaten Pati untuk bisa menikmati lezatnya nasi gandul.
Seperti halnya di Kabupaten Kudus, salah satu warung yang menyediakan nasi gandul bisa ditemukan di warung nasi gandul Pak Ngatman di Jalan Wahidin Sudiro Husodo atau Jalan Wahid Hasim, Panjunan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus.
Menurut Karyati (46), warung nasi gandul miliknya telah ada sejak tahun 2000. Saat itu ia menjual layaknya angkringan yang berada di Jalan Mangga. Nasi gandul yang memiliki cita rasa asin manis dan kaya rempah-rempah membuat banyak pembeli yang datang untuk menikmatinya.
“Rasanya asin manis, Alhamdulilah di Kudus seleranya juga cocok. Nasi gandul sangat cocok dimakan di musim hujan, apalagi pas pagi dan malam,” katanya pada Betanews.id, Jumat (9/12/2022).
Karyati mengatakan, nasi gandul umumnya mirip dengan nasi pindang. Akan tetapi terdapat perbedaan pada daging dan tambahan sayur. Nasi gandul biasanya menggunakan beberapa isian olahan sapi seperti daging, ati, kulit, dan babat. Selain itu juga diberi tahu, telur, dan keripik tempe khas Pati.
“Nasi gandul itu khas Pati, jadi kalau di Kudus seperti nasi pindang, tapi bedanya gak ada kluwek dan daun so. Terus daging nasi gandul pakai sapi sedangkan nasi pindang pakai daging kerbau,” imbuhnya.
Warung yang buka setiap hari pukul 7.30-22.00 WIB ini, memiliki banyak pelanggan. Mulai dari wilayah sekitaran Kudus, Surabaya, dan Jakarta. Tidak hanya itu, Karyati menceritakan, bahkan pernah mendapatkan pelanggan artis Jamal Mirdad.
Baca juga: Menikmati Pindang Serani Hasil Mancing Sendiri di Pemancingan Temulus
“Jamal Mirdad pernah ke sini, tapi dulu saya nggak ngeh kalau itu artis, karena saya jarang nonton TV. Ngertinya baru pas tahu dia ada di TV. Dulu belum ada HP seperti ini dan masih jadul kok, jadi belum sempat foto bareng,” terangnya.
Untuk membuat nasi gandul, Ia dapat mengabiskan hingga 20 kilogram daging sapi dalam tiga kali masak. Dalam sehari Karyati, dapat menghabiskan ratusan porsi nasi gandul. Nasi gandul dijual dengan harga Rp18 ribu dan sop Rp13 ribu.
“Sering dipesan untuk makan siang perusahaan, buat orang nikahan. Pernah dipesan sampai 300-500 porsi. Kalau harian ya paling ratusan porsi ada lah,” jelasnya.
Untuk memesan nasi gandul Pak Ngatman, pembeli dapat memesan secara langsung atau menghubungi WhatsApp 085640118876. Tidak hanya itu, ia juga menerima pesanan catering.
Editor: Kholistiono

