BETANEWS.ID, JAKARTA – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memastikan pelayanan investasi di daerahnya akan mudah, murah, dan cepat. Ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2022 di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (30/11/2022).
Menurutnya, banyak instrumen yang perlu dipenuhi untuk menarik lebih banyak investor pada 2023. Tak cukup infrastruktur, tapi skema dan insentif hingga kemudahan perizinan wajib diberikan.
“Saya kira yang paling penting bagaimana proses investasi yang ada di daerah itu mudah, murah, cepat. Tentu kerja sama antardaerah dengan melihat potensi market Indonesia yang juga gede, itu juga musti menjadi pertimbangan,” ujarnya.
Baca juga: Jateng Juara Layanan Investasi Tiga Kali Beruntun
Mantan anggota DPR RI ini menegaskan agar soal pungli, perizinan dipersulit, dan semacamnya tidak boleh terjadi di Jawa Tengah. Di sisi lain, dukungan ketersediaan lahan juga diberikan dengan tidak terpaku pada kawasan industri saja.
“Di kabupaten/kota kan sebenarnya ada industri pariwisatanya yang bisa tumbuh, terus kemudian yang memang lebih banyak labour intensive ya itu juga musti kita jaga agar komunikasi baik, orang senang, agar mereka juga mendapatkan perhatian maka kondusifitas yang hari ini musti dijaga,” ujarnya.
Baca juga: Ajak Negara Anggota Uni Eropa Investasi di Jateng, Ganjar Tawarkan Kawasan Industri yang Menarik
Berdasarkan data Dinas PMPTSP Jateng, realisasi investasi mengalami peningkatan setiap tahun. Pada 2016 realisasi investasi mencapai Rp38,18 triliun, 2017 tercatat Rp51,54 triliun, 2018 menjadi Rp59,27 triliun, 2019 berkembang hingga Rp59,50 triliun. Pada 2020, akibat Covid-19, investasi turun menjadi Rp50,24 triliun. Pada 2021 merangkak naik menjadi Rp52,71 triliun, dan pada 2022 sampai Triwulan III Rp44,99 triliun.
Pada 2022 ini, tercatat dari Triwulan I hingga IIII, Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp26,82 triliun, dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp18,17 triliun, dengan total Rp44,99 triliun. Dengan jumlah 14.704 proyek dan serapan pekerja hingga 170.757 orang.
Editor: Ahmad Muhlisin

