BETANEWS.ID, SEMARANG – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Candradimuka Semarang melakukan demonstrasi di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Selasa (8/11/2022). Dalam aksinya, mereka menyampaikan lima tuntutan, yaitu mereformasi Polri, mengadili ketua PSSI dalam tragedi Kanjuruhan, menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM), dan meminta agar pemerintah menuntaskan kasus pelecehan dan kekerasan seksual.
Koordinator Aksi, Mujiburrohman menegaskan, saat ini pejabat negara kurang memperlihatkan tindakan yang berpihak ke rakyat mecil. Menurutnya, saat ini rakyat kecil masih kesusahan secara ekonomi setelah pandemi, dan kini dibuat sulit dengan adanya kenaikan harga BBM.
Menurut dia, seharusnya pemerintah memberikan kesejahteraan untuk masyarakat kecil, tapi ini justru terbalik, pemerintah malah kini tidak sesuai dengan Pancasila.
Baca juga: Muralis Solo Gelar Aksi Solidaritas Pesan Damai untuk Sepak Bola Indonesia
“Padahal amanat dasar bernegara Indonesia jelas, yakni memajukan kesejahteraan umum,” terangnya
Selain itu, tuntutan selanjutnya yakni maraknya pelecehan seksual yang dialami oleh perempuan. Ia mengaku, kini hak hidup nyaman bagi perempuan tidak dipenuhi oleh negara
“Saat ini perlindungan kekerasan seksual untuk perempuan masih sangat minim, makanya ini harus ditegakan,” tegasnya.
Selanjutnya mengenai tindakan aparatur negara dinilai merugikan. Ia mengatakan hal tersebut berdasarkan terjadinya tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orang Indonesia, bulan lalu. Sebab, tragedi Kanjuruhan sampai sekarang belum memenuhi syarat keadilan dan kesetaraan manusia di mata hukum.
Editor: Ahmad Muhlisin

