BETANEWS.ID, SEMARANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) meminta masyarakat untuk siaga menyusul intensitas curah hujan yang tinggi dalam beberapa pekan terakhir ini.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Jateng Bergas C Penanggungan mengingatkan, bahwa di tengah hujan lebat ini, titik-titik yang dilalui air seperti selokan, gorong-gorong, dan sungai, harus bersih dari sampah. Sebab, hal itu dapat menghambat aliran air yang akan bermuara ke laut.
“Kalau sekiranya saluran air ini banyak hambatan seperti sampah, harus ada upaya pembersihan. Kalau sudah bersih tapi kapasitas belum mumpumi, akan terjadi limpasan yang bisa masuk ke pemukiman penduduk,” katanya belum lama ini.
Baca juga: Cuaca Ekstrem, BPBD Jateng Sebut Semua Daerah di Jateng Rawan Bencana
Bergas melanjutkan, akan lebih berbahaya lagi jika yang terjadi adalah tanggul jebol di sungai yang dapat menggenangi area persawahan dan masuk ke permukiman warga.
Saat terjadi kondisi tersebut, masyarakat diminta untuk menyelamatkan diri dengan mengungsi sementara.
“Barang-barang, aset, dokumen-dokumen penting juga sudah diselamatkan. Misalnya kulkas, televisi, dinaikkan,” lanjut Bergas.
Selain itu, anggota keluarga juga harus diamankan. terutama kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan difabel.
Kemudian, jika ada tanda-tanda terjadinya tanah gerak dan retak yang berpotensi menimbulkan longsoran, masyarakat diminta menyingkir sementara.
Rekahan pada tanah yang retak akibat hujan deras itu juga harus ditutup untuk mencegah air masuk lebih banyak di tanah tersebut.
“Jika terjadi rekahan tanah gerak, maka menutup rekahan itu supaya tidak terjadi air yang lebih banyak masuk ke tanah,” katanya.
Lebih lanjut, ia memperingatkan, setiap daerah haruslah waspada terhadap cuaca ekstrem. Menurutnya, 35 kabupaten/kota di Jateng berpotensi terjadi banjir dan tanah longsor.
Baca juga: Ganjar Lantik Bergas C Penanggungan Sebagai Kepala BPBD Jateng
BPBD Jateng katanya, sudah menjalin koordinasi dengan BPBD di masing-masing kabupaten/kota untuk menanggulangi bencana yang timbul akibat cuaca ekstrem dan hujan lebat.
Masing-masing BPBD di kabupaten/kota juga sudah memiliki sarana dan prasarana serta sumber daya manusia (SDM) guna mengantisipasi dan menanggulangi terjadinya bencana alam.
“Semua kabupaten/kota hampir punya sarpras spesifik, misalnya perahu karet untuk banjir atau kendaraan khusus untuk evakuasi di tempat ketinggian. Termasuk SDM, temen-temen relawan. Kalau diperlukan ya pasti kita support,” tutup Bergas.
Editor: Kholistiono

