BETANEWS.ID, KUDUS – Mosy (28) yang dibantu suami dan karyawannya tampak sibuk melayani pelanggan yang datang ke Mosy Beauty Salon and Spa. Tangannya begitu terampil memainkan mesin catokan rambut untuk meluruskan rambut pelanggannya. Setelah itu, ia memberikan beberapa layanan lain sesuai permintaan.
Hari itu, tempat usahanya yang berada di Jalan Gribig Sudimoro, Desa Gribig, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus memang cukup ramai palanggan. Mereka datang silih berganti sesuai waktu yang ditentukan ketika reservasi.

Menurut Mosy, sistem pemesanan itu memang ia terapkan agar pelanggannya tak membeludak yang mengakibatkan pelayanan tak maksimal. Dalam sehari, ia hanya melayani delapan sampai 12 orang saja.
Seringnya full reservasi dan sehari memang membatasi delapan orang, bisa 12 orang kalau saya tambah karyawan yang bantu,” tuturnya kepada Betanews.id, Rabu (12/10/2022).
Sebelum seramai sekarang, Mosy sempat jatuh bangun membangun usaha yang dirintis pada 2019 lalu itu. Kecintaannya pada dunia salon lah yang menuntunnya punya bisnis yang hasilnya menjanjikan itu.
“Sebelumnya lulus kuliah saya kerja di beberapa tempat, lalu 2019 pengen bikin usaha salon. Dari dulu suka nyalon, mulai ikut kursus salon bareng calon suami pada saat itu dan akhirnya buka salon sendiri” tuturnya, Rabu (12/10/2022).
Masih kata Mosy, dirinya mengikuti beberapa kursus salon dan kecantikan hingga ke berbagai daerah yaitu Kudus, Semarang dan Jakarta. Kelas online pun tak luput diikuti untuk memaksimalkan kemampuannya itu.
“Dulu modalnya sekitar Rp80 sampai Rp100 juta, karena memang saya berprinsip ingin memberikan pelayan terbaik begitu pun alat yang kami gunakan lengkap pula,” bebernya.
Baca juga: Tak Ingin Jadi SPG Terus, Rahma Pilih Resign dan Kini Rintis Korean Street Food Moa
Selama merintis usaha, Mosy mengalami banyak tantangan yang bermula pada saat pandemi. Karena usahanya menawarkan jasa yang bersinggungan langsung dengan pelanggan, salonnya pun sepi.
Demi menyambung hari, Mosy memilih berjualan bahan perawatan wajah dan rambut. Mulai dari scrub, body care, masker wajah, masker rambut, perwarna rambut dan lainnya.
Kini, ketika kondisi sudah membaik, jasa salonnya pun kembali ramai oleh pengunjung. Bahkan setiap hari selalu full reservasi dan kerap menolak pelanggan.
“Sekarang alhamdulillah, namanya usaha banyak rintangan tapi bisa terlewati. Sekarang ada 3 orang yang pegang, saya, suami dan karyawan satu, kadang juga tambah satu,” ungkapnya.
Mosy berharap, ke depan usahanya tersebut dapat terus berkembang dan ramai. Selain itu bisa mengedukasi pelanggan tentang perawatan rambut.
“Lebih ramai lagi, berkembang dan tentunya bisa mengedukasi banyak kastemer agar tahu bagaimana perawatan rambut yang benar untuk mereka,” pungkas warga Bungu, Mayong, Jepara itu.
Editor: Ahmad Muhlisin

