BETANEWS.ID, KUDUS – Sejumlah pembeli tampak duduk di kursi yang telah disediakan di kedai Chat Mee yang berada di Jalan Santren Klumpit, Desa Klumpit RT 3 RW 2, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Setelah menunggu sekitar 10 menit, menu makanan yang dipesan kemudian disajikan oleh pelayan di sana. Sementara, seorang pria tampak ramah menyapa pembeli yang datang di sana. Dia adalah Agus Setiawan, Owner Chat Mee.
Saat ditemui, pria yang akrab disapa Agus tersebut bersedia berbagi informasi tentang kedai yang baru dibuka sejak 1 Oktober 2022 lalu. Dia mengatakan, Chat Mee hadir dengan sajian menu yang dominannya ayam dan menawarkan harga yang terjangkau.

Baca juga: Cerita Agus Rintis Pilih Usaha Kuliner Ayam dengan Harga Merakyat yang Lokasinya di Pinggiran Kota
Hal tersebut menurut Agus, untuk membuat pangsa pasar baru, olahan baru dan menyajikan olahan ayam dengan tampilan elegan dan harga merakyat. Di samping itu, ia juga ingin mengenalkan kepada masyarakat pinggiran yang jauh dari kota, agar masyarakat pedesaan juga bisa merasakan makanan seperti yang dijual di daerah kota.
“Karena sebelum buka ini saya melihat perekonomian di bidang kuliner ini berjalan dengan bagus. Kemudian saya juga ingin memperkenalkan kepada masyarakat pedesaan, jangan sampai masyarakat kota saja yang mengenal dengan makanan seperti ini,” kata Agus kepada betanews.id, Jumat (7/10/2022).
Ia menjelaskan, menu yang tersedia di sana meliputi chicken steak, chicken bento, geprek, dan minuman andalan yaitu es telur ceplok. Beberapa menu tersebut dijual dengan harga yang murah, supaya masyarakat di sekitar bisa merasakannya.
“Untuk harga geprek dan chicken steak Rp 10 ribu, chicken bento Rp 12 ribu, dan es telur ceplok Rp 7 ribu,” rinci warga yang beralamat di perumahan Gerbang Harapan Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus tersebut.
“Di sini selain murah, kebanyakan pelanggan yang kesini lebih suka dengan sausnya. Testimoni para pelanggan bilang cocok dan lebih enak,” terangnya.
Di awal buka, kata Agus, ia hanya menargetkan maksimal 100 porsi saja terjual. Namun di luar dugaan, penjualan untuk menu makanan di sana bisa melebihi target, yakni bisa terjual 170 porsi di hari pertama buka.
Baca juga: Awalnya Cuma Jadi Sampingan, Bisnis Kuliner ala Korea Milik Taufiq Justru Hasilnya Menjanjikan
“Di hari keduanya animo pembeli masih bagus, dan itu membuat kita kewalahan. Karena saat itu kita hanya ada dua orang. Untuk saat ini kami hanya batasi 50 porsi sehari untuk menjaga kualitas masakan,” ungkap bapak tiga anak tersebut.
Salah satu pembeli yakni Pipit Windi Febriana mengatakan, baru pertama kali ke sana, lantaran ia penasaran dengan tempat yang dibuat story teman-temannya. Iapun mengaku puas dengan menu yang disajikan.
“Saya tadi membeli chicken steak, rasanya enak, daging ayamnya empuk. Selain itu untuk harga juga rekomended untuk kalangan mahasiswa seperti saya,” tambah warga Desa Bulungcangkring, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus tersebut.
Editor: Kholistiono

