Cerita Ma’ruf Enggan Rumahkan Karyawan MALAbI Shoes Meski Omzet Terjun Bebas saat Pandemi

BETANEWS.ID, KUDUS – Ma’ruf (48) yang dibantu beberapa karyawannya tampak sibuk membuat pesanan sepatu. Ia bertugas membuat tepian garis pada alas sepatu, sedangan karyawannya ada yang menjahit, membuat pola, menarik sepatu, dan memotong bahan.

Setiap hari, di toko sekaligus tempat produksi Ma’ruf dan karyawannya itu membuat sepatu dengan beragam bentuk dan model sesuai pesanan pelanggan. Toko dengan nama MALAbI Shoes itu berlokasi di Jalan Raya Kudus-Jepara, Dukuh Tersono, Desa Garung Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kudus.

Berbagai produk berbahan kulit yang dijual di MALAbI Shoes. Foto: Erna Safitri

Kepada Betanews.id, Ma’ruf mengaku merintis usahanya itu sejak 2006 silam. Ide bisnis itu berawal dari keinginan kuatnya untuk berkembang dan mandiri, setelah menikah dan memiliki satu anak.

-Advertisement-

Baca juga: Bisnis Minuman Kekinian Antarkan Idris Punya 4 Outlet Segara, Omzetnya Bikin Iri

Sedangan untuk keahliannya membuat sepatu didapatkan dari pengalamannya bekerja di bengkel sepatu selama 10 tahun sejak lulus SMP. Ia bekerja di bengkel sepatu yang ada di Kudus dan di Jakarta.

“Awal merintis dikerjakan sendiri. Untuk mendapatkan pelanggan dan cepat dikenal, sejak awal saya lebih mengunggulkan kualitas sepatu,” beber bapak dua anak itu, Kamis (6/10/2022).

Meskipun tidak mudah, di tahun-tahun selanjutnya dirinya mulai membesarkan usahanya itu dengan memperkerjakan karyawan. Mulai dari hanya satu karyawan, kini ada total sembilan orang yang bekerja di tempatnya. Selain itu, produk yang dijual dan dibuatnya semakin beragam, tidak hanya sepatu atau sandal, kini ada tas, topi, dompet, gantungan kunci, ikat pinggang, hingga jaket.

“Waktu pandemi dulu omzet sempat turun 50 persen. Tapi memang tidak saya kurangi karyawan, hanya mengurangi hari kerja seminggu jadi 4-5 hari kerja. Alhamdulillah, bertahan sampai sekarang makin membaik,” bebernya.

Baca juga: Sudah Melamar Puluhan Perusahaan Tapi Tak Ada Kejelasan, Diko Akhirnya Rintis Usaha Kuliner Lumpia Burger

Untuk penjualan, Ma’ruf mengaku hanya melalui tokonya saja dan jaringan temannya yang ada di beberapa daerah. Meski demikian, penjualan dan pesanan yang diterima cukup banyak. Selain dari Kudus ada pula yang dari Pati, Jepara, Semarang, Jakarta, Sumatera, Kalimantan, hingga Papua.

Ia berharap ke depannya usaha itu dapat terus berkembang dan memiliki banyak pelanggan, serta terus konsisten dalam menjaga kuliatas produk kerajinan kulit hewan dan mengikuti update model terbaru.

“Kita terus update model dan kualitas. Harapannya bisa terus berkembang bisa buka toko di tempat lain atau cabang serta elanggan makin banyak dan makin puas dengan hasil yang kita berikan,” tukasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER