31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Disbudpar Kudus Gandeng MGMP Sejarah Kenalkan Museum Patiayam Pada Pelajar

BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus mengundang Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah untuk mengenalkan Museum Patiayam kepada pelajar. Mereka diundang untuk memberikan pelajaran sejarah kepada siswa SDN 1 Patiayam di Museum Patiayam, Selasa (4/10/2022).

Guru Mata Pelajaran Sejarah SMA Negeri 1 Kudus Evi Siti Nuryati mengatakan, adanya kegiatan belajar di Museum Patiayam itu memberikan pengetahuan secara bertahap adanya peninggalan nenek moyang. Hal itu dilakukan agar siswa mampu menyikapi dengan bijak mengenai perkembangan zaman dulu dan dikorelasikan dengan kejadian saat ini.

Siswa SDN 1 Terban saat belajar sejarah di Museum Patiayam. Foto: Sekarwati

“Saya sangat senang melihat anak-anak seperti itu, mereka antusias untuk belajar karena ini sebagai bekal mereka sebagai warga yang baik dan nantinya melestarikan apa yang ada di sekitarnya, serta menjadi generasi yang bertanggung jawab,” katanya.

-Advertisement-

Baca juga: Belajar Sejarah dengan Asyik Ala Museum Patiayam

Melihat antusias siswa SDN 1 Patiayam, lanjut Evi, anak-anak memiliki potensi yang baik dalam pengembangan Museum Patiayam. Adanya interaksi yang aktif pada siswa, dapat memberikan dampak baik mengenai temuan-temuan baru ke depannya.

“Mereka mau menyampaikan apa yang mereka tahu, walaupun kadang-kadang anak kecil ya seperti itu, mereka ingin mengeksplor dirinya. Bahwa yang saya ingin tekankan mereka memang memiliki antusiasme di dalam museum pada hari ini,” imbuhnya.

Guru Mata Pelajaran Sejarah SMA Negeri 1 Bae Dwi Harjanti menambahkan, siswa SDN 1 Terban yang sering mengunjungi Museum Patiayam itu patut diapresiasi. Adanya upaya itu memberikan arti kepedulian dan antusias tinggi anak-anak Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus  tentang peninggalan nenek moyang.

Baca juga: Satu-satunya di Dunia, Museum Kretek Disebut Sudah Selayaknya Go Internasional

“Anak-anak itu sudah mencintai peninggalan-peninggalan zaman purba yang bisa menambah wawasan tentang sejarah. Seperti yang dikatakan Pak Yusron tadi, bahwa di tangan anak-anak ini lah museum Purbakala Patiayam,” ujarnya.

Dwi menilai, keberadaan Museum Patiayam ini sangat menunjang siswa-siswi di Kabupaten Kudus mengenal dan mencintai fosil. Sehingga patut diberikan apresiasi kepada siapa saja yang melestarikannya.

“Saya ingin situs Museum Purbakala Patiayam ini ya mendunia, seperti di Museum Sangiran. Adanya itu penghasilan warga juga meningkat, karena menjadi tujuan wisata juga,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER