BETANEWS.ID, KUDUS – Nasib nahas menimpa Ika Sapta Pratiwi (38). Penyanyi panggung itu harus merelakan tak jadi umroh karena tertipu lelang arisan bodong sebesar Rp62 juta. Selain dirinya, rupanya ada 60 korban lain dengan total kerugian mencapai Rp2 miliar. Yang paling banyak adalah musisi dan penyanyi panggung.
“Sebenarnya rencana bulan depan saya akan berangkat Umroh ke Makkah. Namun, karena ada musibah ini dan uang saya Rp62 juta kena tipu, sehingga saya gagal untuk Umrohnya,” ungkap Ika saat ditemui di Mapolres Kudus, Senin (3/10/2022).
Ika mengatakan, bahwa pelaku lelang arisan bodong itu adalah pria berinisial EPS warga Desa Tumpangkrasak, Kecamatam Jati, Kabupaten Kudus. Ia pun tak menyangka pelaku bisa tega, padahal rekan kerja dan sudah kenal cukup lama.
Baca juga: Telan Anggaran Rp 8,5 M dari Dana Cukai, Revitalisasi Enam Puskesmas Mulai Berjalan
“Saya sama pelaku itu kenal lama. Kita partner kerja di dunia entertaint. Kita juga sering gantian memberi job. Sebab itulah saya percaya, saat pelaku mengadakan lelang arisan,” beber warga Desa Jepang Pakis RT 4 RW 7, Kecamatan Jati, Kudus tersebut.
Selain itu, lanjutnya, pada awal ikut lelang arisan atau sekitar Juni 2022 itu selalu cair. Sehingga ia dan teman lainnya percaya dan tak menaruh curiga. Hingga pada Juli dan Agustus 2022 ia yang ikut beberapa kali tak ada pencairan.
“Awalnya beberapa kali ikut itu cair. Namun, belakangan ikut beberapa kali tak ada pencairan. Yang ada dibujuk agar ikut lagi tapi tak ada pencairan sama sekali. Tapi anehnya kami percaya. Bahkan pada tanggal 19 September 2022, di mana pelaku itu kabur, paginya saya masih sempat transfer uang Rp25 juta untuk ikut lelang lagi,” ujarnya.
Karena pelaku kabur, ia dan korban lainnnya pun berinisiatif menemui keluarganya, tapi tak ada titik temu, hingga akhirnya membuat laporan ke Polres Kudus.
“Sebenarnya kita ingin masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan, jangan lari. Kalau uangnya belum cukup kita memberi kelonggarana untuk mengangsur,” kata Ika.
Baca juga: Dinas PMD Bingung Dapati Data dari Kemensos yang Sebut Ada 9 Desa Miskin di Kudus
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasatreskrim) Polres Kudus melalui Kanit l Reskim Ipda Shidqy Fauzan mengatakan, pihaknya akan melakukan pendalaman dan penyelidikan terhadap kasus lelang arisan bodong ini. Pihak kepolisian juga akan melakukan penyelidikan seberapa banyak masyarakat yang menjadi korban. Sebab dari informasi, jumlah korban lelang arisan bodong ini lebih dari 10 orang.
Terkait terlapor kabur, pihaknya akan mencari keberadaannya dengan koordinasi dengan Reserse Mobile (Resmob) selaku yang di lapangan. Sedangkan kerugian para korban, ia mengaku, totalnya belum diketahui.
“Total kerugian ini masih diselidiki teman-teman penyidik. Pelaporan korban saat ini juga masih didalami. Jadi kami belum tahu total kerugian para korban,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

